BGN Kawal 80 Siswa Terkena Menu MBG di Talang Angin
Badan Gizi Nasional (BGN) mengawal penanganan 80 siswa yang dirawat akibat ketidaksesuaian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di MA/MTS Mambaul Khikam, Talang Angin, Sidoarjo. Pengawasan dilakukan sejak kasus terungkap dan operasi salah satu SPPG di Kalitengah disetop sementara pada awal September 2026.
Pengawasan dan perawatan siswa
BGN menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas. Tim pemantauan memastikan proses perawatan medis berjalan dan memonitor perkembangan kondisi siswa yang masih dirawat.
"BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing," ujar Ketut Sumedana, Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN.
Koordinasi lintas instansi
Untuk memastikan penanganan menyeluruh, BGN berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta pihak pesantren dan sekolah. Komunikasi intensif juga dilakukan dengan pejabat daerah terkait langkah korektif dan tindak lanjut.
"Langkah-langkah yang sudah kita lakukan, pimpinan BGN melakukan komunikasi intensif dengan kepala daerah dan pimpinan pondok pesantren MA/MTS Mambaul Khikam," kata Ketut Sumedana.
Sebagai langkah awal, BGN menangguhkan sementara operasional SPPG Talang Angin Kalitengah, Sidoarjo. Suspend ini diberlakukan sembari dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap penyelenggaraan dan kualitas menu MBG yang disajikan.
Temuan izin SPPG di Sidoarjo
Bupati Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak ke fasilitas terkait dan menemukan sejumlah masalah administratif. Dari total 170 SPPG yang tercatat di kabupaten itu, sebanyak 31 unit dilaporkan belum memiliki izin resmi.
Temuan ini mendorong evaluasi lebih luas terhadap izin operasional, standar kebersihan, dan tata kelola penyediaan makanan bergizi di lingkungan sekolah dan pondok pesantren.
Implikasi dan langkah berikutnya
Kasus ini memicu pemeriksaan rutin yang lebih ketat pada penyelenggara MBG dan unit-unit SPPG. Selain penanganan medis bagi siswa terdampak, fokus juga bergeser ke penegakan perizinan, audit menu, dan pelatihan keamanan pangan untuk penyelenggara program.
BGN menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi siswa dan transparansi proses evaluasi. Publik menunggu hasil pemeriksaan administrasi dan rekomendasi perbaikan yang akan diumumkan oleh pihak berwenang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Rekomendasikan 1.172 Cagar Budaya Peringkat Nasional
Kemenbud merekomendasikan 1.172 Cagar Budaya Nasional per Agustus 2026, menambah 430 cagar untuk memperkuat...
Kemen PU Perkuat Jalan Provinsi dan Kabupaten di NTT
Kementerian PU fokus perbaikan jalan provinsi dan kabupaten di NTT; KemenPKP siapkan 500 huntap dan Rp5 mili...
Bea Cukai Jakarta Optimalkan PLB untuk Tekan Dwelling Time
Bea Cukai Jakarta dorong optimalisasi PLB untuk mempercepat alur barang, menekan dwelling time, dan menguran...
Kualitas Udara Kalbar Berbahaya, Jarak Pandang di Bawah 1 Km
BNPB catat 31 titik api di Kalbar; kualitas udara berbahaya dan jarak pandang di bawah 1 km, operasi darat-u...
Wamendiktisaintek: Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Riset Berdampak
Wamendiktisaintek Fauzan minta perguruan tinggi perkuat riset berdampak untuk tingkatkan nilai ekonomi dan d...
Kementerian PKP Siapkan 500 Hunian Tetap untuk Korban Gempa NTT
Kementerian PKP siapkan 500 hunian tetap dan Rp5 miliar renovasi untuk korban gempa NTT; pelaksanaan melibat...