Kepala LAN: Perdagangan Menghadapi Disrupsi Pasar, Global, Teknologi
Muhammad Taufiq, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), menyatakan perdagangan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak disrupsi pasar, global, dan teknologi. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran Trade Corporate University (Trade CorpU) Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu, 2 September 2026. Taufiq menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia Kementerian untuk menanggapi perubahan cepat tersebut.
Perubahan Pasar dan Perilaku Konsumen
Taufiq menjabarkan bahwa disrupsi pasar paling terlihat dari perubahan perilaku konsumen. Munculnya e-commerce dan platform digital mengubah cara orang bertransaksi dan menggeser peran toko tradisional. Perubahan ini menuntut strategi perdagangan yang berbeda dibandingkan masa sebelumnya.
Kita bicara tentang disrupsi pasar, bagaimana perubahan perilaku konsumen, ada e-commerce, ada platform, dan seterusnya. Yang menggantikan toko online dan sebagainya, orang kemudian bicara tentang perdagangan yang caranya berbeda
Perubahan pola konsumsi memengaruhi rantai pasokan, distribusi, dan layanan purna jual. Untuk itu, pemerintah dan pelaku usaha perlu menyesuaikan model bisnis serta meningkatkan kapabilitas digital.
Disrupsi Global: Rantai Nilai dan Geopolitik
Selain tekanan pasar domestik, Taufiq menyebut ada disrupsi berskala global yang mengubah tatanan perdagangan internasional. Faktor-faktor geopolitik dan konflik regional berdampak pada global value chain.
Kita bicara tentang disrupsi global, bagaimana kemudian global value chain berubah dengan adanya konflik Timur Tengah kemarin. Kita bicara tentang weaponized trade dan sebagainya, ini perubahan-perubahan yang merubah tatanan global perdagangan
Menurutnya, fenomena seperti weaponized trade dan pergeseran aliansi ekonomi membuat negara dan pelaku usaha harus merancang kebijakan resilien. Diversifikasi pasar dan peningkatan nilai tambah produksi menjadi langkah penting.
Peran Trade CorpU dan Kesiapan SDM
Peluncuran Trade CorpU menjadi momen penting dalam konteks peningkatan kapasitas. Taufiq menyoroti perlunya insan Kementerian Perdagangan siap menghadapi kompleksitas disrupsi yang terus berkembang.
Fokus pelatihan dan penguatan kompetensi digital dipandang krusial untuk menjawab tantangan baru. Tanpa kesiapan SDM, reformasi kebijakan dan inovasi teknologi sulit dimaksimalkan.
Implikasi dan Arah Ke Depan
Disrupsi pasar, global, dan teknologi menuntut aksi terpadu dari pemerintah dan sektor swasta. Adaptasi regulasi, investasi pada digitalisasi, serta penguatan rantai nilai lokal menjadi beberapa aspek yang perlu dikedepankan.
Dengan penguatan kapasitas melalui inisiatif seperti Trade CorpU, diharapkan kementerian dan pelaku perdagangan lebih siap menghadapi ketidakpastian pasar global dan transformasi teknologi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...