Satgas PASTI Ungkap Modus Scam: Belanja Online dan Fake Call
Satgas PASTI mengungkap dua modus scam yang marak terjadi, yakni penipuan belanja online dan fake call. Pernyataan itu disampaikan Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal, Hudiyanto, saat wawancara pada Rabu, 2 September 2026. Menurutnya, pelaku memanfaatkan era digital dan kepercayaan masyarakat terhadap pihak yang menghubungi mereka.
Penipuan digital sekarang semakin mengerikan. Kita sudah darurat
Modus penipuan belanja online
Salah satu modus yang sering muncul adalah skema di platform belanja online. Pelaku memanfaatkan ketidaktelitian korban, memanipulasi halaman transaksi, atau mengarahkan korban ke toko palsu agar melakukan pembayaran ke rekening yang dikendalikan penipu.
Modus ini mengeksploitasi kepercayaan dan kecepatan transaksi digital, sehingga korban sering baru menyadari setelah dana berpindah atau barang tak kunjung diterima.
Fake call dan impersonasi lembaga
Modus kedua adalah panggilan telepon palsu atau fake call yang mengatasnamakan lembaga resmi. Pelaku sering berdalih sebagai petugas bank, Dukcapil, Direktorat Jenderal Pajak, atau institusi lainnya untuk meyakinkan korban.
Fake call itu biasanya mengatasnamakan institusi. Bisa bank, Dukcapil, Direktorat Jenderal Pajak, dan lainnya
Pandangan pakar keamanan siber
Pengamat Teknologi Informasi dan Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, menilai digitalisasi memperluas peluang bagi kejahatan siber. Ia menyebut kejahatan kini bisa dilakukan dari jarak jauh sehingga risiko bagi pelaku lebih rendah.
Alfons mengakui sistem keamanan perbankan Indonesia relatif berkembang, namun menyatakan kebocoran data dan penegakan hukum masih menjadi persoalan. Ia juga mengingatkan agar aset digital diperlakukan sama seriusnya seperti aset fisik.
Data laporan dan langkah penanganan
Berdasarkan data OJK, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 636.014 laporan hingga 30 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 604.923 rekening telah diblokir dengan total dana korban mencapai Rp723,7 miliar.
Hudiyanto mengimbau korban segera melapor agar upaya pemblokiran dan pemulihan dana dapat segera dilakukan.
Ketika menjadi korban, segeralah melaporkan kepada bank atau Indonesia Anti-Scam Center. Jika ada uang yang bisa dikembalikan, pasti kami upayakan untuk dikembalikan kepada korban
- Segera laporkan kepada bank atau IASC jika menjadi korban.
- Jangan langsung merespons pesan atau panggilan mencurigakan.
- Verifikasi ke pihak terkait sebelum mengikuti instruksi atau melakukan transaksi.
Perkembangan teknologi membawa manfaat besar bagi ekonomi, tetapi juga memperluas ruang bagi pelaku kriminal. Oleh sebab itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perlindungan terhadap aset digital mereka.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...