DPR Setujui Tambahan Anggaran Bapanas Rp16,79 T 2027
Komisi IV DPR menyetujui tambahan anggaran Badan Pangan Nasional sebesar Rp16,79 triliun untuk tahun anggaran 2027. Persetujuan disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat di Jakarta pada 1 September 2026 untuk memperkuat program prioritas pangan nasional.
Rincian persetujuan
Keputusan disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi. Tambahan anggaran dimaksudkan memperkuat berbagai intervensi guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di seluruh wilayah.
"Usulan tambahan anggaran Badan Pangan Nasional tahun anggaran 2027 sebesar Rp16,7 triliun, setuju,"
Alokasi dan target penyaluran
Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan kebutuhan dana sebagai dukungan pelaksanaan program pangan. Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan pangan beras mencapai 735 ribu ton pada anggaran 2027.
Amran merinci target dan alokasi program prioritas yang akan dibiayai dari tambahan anggaran tersebut.
"Usulan tambahan anggaran antara lain digunakan untuk pelaksanaan bantuan pangan beras, penyaluran SPHP beras dan jagung, bantuan pangan untuk bencana alam, Gerakan Pangan Murah,"
Rincian target yang dipaparkan mencakup:
- Penyaluran pasokan beras sebesar 600 ribu ton.
- Penyaluran komoditas jagung sebanyak 100 ribu ton.
- Alokasi khusus bantuan beras darurat sebanyak 10 ribu ton untuk bencana alam.
- Fasilitasi distribusi surplus ke wilayah defisit hingga 19.500 ton.
Selain itu, program-program lanjutan akan difokuskan pada pembinaan dan penguatan sistem pangan nasional.
- Pembinaan Lumbung Pangan Masyarakat.
- Intervensi pengendalian pada daerah rawan pangan.
- Penguatan keamanan pangan segar.
- Peningkatan konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
Gerakan Pangan Murah dan cakupan wilayah
Amran menyebut salah satu program utama adalah Gerakan Pangan Murah. Badan Pangan Nasional merencanakan ribuan kegiatan di berbagai provinsi dan kabupaten.
- 1.888 kegiatan Gerakan Pangan Murah.
- Cakupan di 38 provinsi dan 514 kabupaten.
"Kami mengapresiasi upaya Badan Pangan Nasional dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. Dukungan anggaran perlu diarahkan pada program yang memiliki sasaran, output, dan dampak yang jelas bagi masyarakat,"
Implikasi dan langkah berikutnya
Komisi IV meminta agar alokasi anggaran diarahkan ke program yang terukur dan berdampak langsung pada masyarakat. Pemerintah berharap dukungan legislatif ini dapat mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Bapanas pada 2027.
Dengan tambahan anggaran, target utama tetap menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui distribusi, bantuan darurat, dan pengembangan sumber daya pangan lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mensos Ajak Warga Koreksi Data Bansos untuk Perbaikan DTSEN
Mensos minta warga koreksi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi agar penyaluran bansos lebih akurat dan tepat sas...
Satgas PASTI Ungkap Modus Scam: Belanja Online dan Fake Call
Satgas PASTI sebut dua modus scam dominan: penipuan belanja online dan fake call; korban diimbau segera lapo...
Kemenbud Tetapkan 28.131 Koleksi Eugene Dubois sebagai Cagar Budaya
Kemenbud akan menetapkan 28.131 koleksi Eugene Dubois sebagai Cagar Budaya Nasional, termasuk Java Man dan a...
Koalisi Sipil Apresiasi Pengamanan Polri pada Aksi 27 Agustus 2026
Koalisi Masyarakat Sipil memuji peran Polri dalam pengamanan aksi 27 Agustus 2026 namun menekankan perlunya...
Kemkomdigi Bantah Minta Take Down Video Pejompongan
Kemkomdigi menyatakan tidak meminta penghapusan video pengeroyokan Pejompongan; keputusan take down menjadi...
Wamen Fauzan: Tempe Berpotensi Jadi Komoditas Global
Wamen Fauzan mendorong riset tempe dan ragi agar tempe bisa memperkuat ketahanan pangan dan berpeluang menja...