Inflasi Beras Agustus 2026 Turun, CBP Disalurkan 1,9 Juta Ton
Inflasi beras tahunan Agustus 2026 turun menjadi 2,77 persen, sementara pemerintah menyalurkan hampir 1,9 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk meredam gejolak harga dan memperkuat stabilitas pangan nasional.
Penurunan inflasi dan angka bulanannya
Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi tahunan beras pada Agustus 2026 sebesar 2,77 persen, turun dari 3,10 persen pada Juli. Laju inflasi bulanan komoditas ini juga melandai menjadi 0,42 persen pada Agustus.
Deputi BPS bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, mengatakan faktor transisi pascapanen dan kondisi distribusi memengaruhi pergerakan harga antarwilayah.
Untuk kondisi Agustus tahun 2026, beras ini mencatat inflasi bulanannya itu 0,42 persen dengan andilnya itu 0,02 persen
Secara historis untuk bulan Agustus mulai memasuki fase transisi setelah melewati puncak panen raya
Penyaluran CBP dan realisasi program stabilisasi
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog menyalurkan hampir 1,9 juta ton beras dari cadangan pemerintah. Tujuannya untuk menjaga pasokan dan menekan fluktuasi harga dari hulu ke hilir.
Menteri Pertanian yang merangkap Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menekankan ketersediaan stok dan perlunya menjaga harga yang adil bagi petani dan konsumen.
Stok beras kita banyak. Harga harus baik. Mulai dari petani sampai konsumen
Sekarang banyak beras, hulu sudah bagus, hilir juga harus bagus. Tidak boleh ada anomali harga beras
| Program | Volume |
|---|---|
| Realisasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (Maret–Agustus) | 731,23 ribu ton |
| Penjualan SPHP (Januari–Februari) | 221,05 ribu ton |
| Bantuan pangan tahap I | 662,86 ribu ton |
| Bantuan pangan tahap II | 207,47 ribu ton |
| Bantuan bencana dan darurat | 12,11 ribu ton |
| Alokasi melalui golongan anggaran | 56,14 ribu ton |
Pengawasan mutu beras fortifikasi
Pengawasan ketat terhadap beras fortifikasi menemukan sejumlah ketidaksesuaian mutu. Tim pemeriksa mengambil 178 sampel di sebelas provinsi untuk memastikan klaim fortifikasi dan nilai gizi.
Hasil laboratorium menunjukkan 93 persen sampel tidak memenuhi persyaratan klaim fortifikasi maupun standar gizi. Menindaklanjuti temuan ini, pemerintah membentuk Satuan Tugas Pengawasan Harga dan Mutu Beras awal September untuk memperketat pengawasan.
Harga pasar dan prospek produksi
Pengmonitoran per 31 Agustus 2026 mencatat rata-rata harga beras medium Rp13.626 per kilogram. Harga beras premium turun 0,48 persen menjadi Rp16.084 per kilogram.
Proyeksi produksi hingga Oktober diperkirakan relatif aman, sehingga pasokan beras nasional diharapkan mampu menopang stabilitas harga jika distribusi berjalan lancar.
Catatan akhir: Penyaluran CBP, penguatan pengawasan mutu, dan pemantauan distribusi menjadi kunci mencegah lonjakan harga di musim transisi pascapanen.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...