UMN Ubah Sampah Residu Jadi Arang dan Perkuat Pemasaran Digital
Universitas Multimedia Nusantara (UMN)Customer Relationship Management (CRM) untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat, mitra, dan pasar.
Program dan tujuan
Tim pelaksana PKM, yang dipimpin Erick Fernando, merancang program untuk menjawab permasalahan sampah residu sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Bank Sampah IRMAS saat ini beranggotakan 14 orang dan menjadi fokus pendampingan agar pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah residu menjadi arang. Tetapi juga bagaimana teknologi digital dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat, mitra, dan pasar,”
Teknologi pengolahan dan pelatihan
Salah satu inovasi utama adalah pemanfaatan TTG Taruma Agni untuk mengolah residu menjadi arang. Teknologi ini dimaksudkan untuk menangani sampah yang selama ini kurang optimal pengolahannya dan mengubahnya menjadi produk bernilai jual.
Dalam pendampingan, warga tidak hanya diperkenalkan pada mesin. Mereka mendapat pelatihan operasional, perawatan, dan teknik produksi agar bisa mengelola teknologi secara mandiri.
Platform digital dan manajemen relasi
Selain aspek produksi, tim UMN mengembangkan platform digital untuk mendukung operasional Bank Sampah IRMAS. Sistem ini dirancang sebagai alat komunikasi dan manajemen kegiatan harian.
- Pencatatan kegiatan dan data mitra
- Pendaftaran nasabah dan mitra RT/RW
- Promosi program dan pemasaran produk
- Pemantauan kepuasan pengguna dan loyalitas
Pendekatan CRM membantu mengelola relasi dengan nasabah, mitra komunitas, dan pemangku kepentingan secara lebih terstruktur.
Dampak dan keterkaitan SDGs
Program ini diarahkan untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. Sampah residu yang sebelumnya menjadi limbah berpotensi kembali masuk siklus pemanfaatan melalui pengolahan menjadi produk berguna.
Kegiatan selaras dengan target pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 11 (kota dan permukiman berkelanjutan), SDG 12 (konsumsi dan produksi berkelanjutan), serta SDG 13 (penanganan perubahan iklim).
Skema pendanaan dan peran mahasiswa
Program PKM ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Mahasiswa dilibatkan dalam pengembangan platform digital, dokumentasi, pelatihan, dan pendampingan teknologi.
“Harapannya, Bank Sampah IRMAS tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah. Tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi masyarakat yang menghubungkan produksi, pemasaran, dan kemitraan,”
Dengan kombinasi teknologi fisik dan digital, UMN menargetkan agar Bank Sampah IRMAS mampu meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran secara mandiri serta mendorong model ekonomi sirkular di desa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...