Menteri Transmigrasi Ajak Kampus Kolaborasi Lewat Transmigrasi Patriot
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong kolaborasi intensif dengan perguruan tinggi pada Selasa, 23 Juni 2026 di Jakarta. Ia meluncurkan komitmen untuk melibatkan akademisi, peneliti, dan inovator dalam Program Transmigrasi Patriot sebagai upaya mengatasi ketimpangan wilayah dan memperluas pusat pertumbuhan di seluruh Nusantara.
Program dan tujuan
Menurut Menteri Iftitah, program ini dirancang menghadirkan talenta muda dan pemecah masalah ke kawasan-kawasan yang membutuhkan. Tujuannya adalah membangun banyak pusat pertumbuhan baru di luar Jakarta agar pembangunan lebih merata.
"Indonesia masa depan tidak akan dibangun hanya dari Jakarta. Indonesia masa depan akan dibangun dari ribuan pusat pertumbuhan baru yang tersebar di seluruh Nusantara,"
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap kampus dapat mengirimkan tenaga ahli, riset, dan teknologi yang langsung berdampak pada pengembangan lokal.
Prinsip: bukan membawa api, tapi menyalakan api
Menteri Iftitah menekankan prinsip dasar program ini: bukan memindahkan seluruh sumber daya dari ibu kota, melainkan membantu daerah mengembangkan potensi sendiri. Ia menyatakan bahwa negara bertugas membuka kesempatan, bukan membuat semua orang sama.
"Karena itu tugas kita bukan membawa api dari Jakarta. Tetapi membantu setiap daerah menyalakan apinya sendiri,"
Menurutnya, distribusi kesempatan harus menjadi fokus utama. Distribusi tersebut mencakup talenta, pengetahuan, teknologi, dan akses terhadap peluang ekonomi.
Realitas dan tantangan
Menteri Iftitah mengingatkan bahwa potensi lokal sebenarnya ada di seluruh wilayah Indonesia. Namun akses dan kesempatan masih timpang, menimbulkan disparitas antara daerah.
"Sesungguhnya lilin-lilin itu sudah ada di seluruh Indonesia. Tapi kita semua menunggu korek api yang jumlahnya terbatas di Jakarta,"
Ia mencontohkan bahwa anak yang lahir di Jakarta, Enggano, Samboja, Mamuju, hingga Merauke adalah warga negara yang sama, tetapi belum tentu memiliki peluang yang setara sejak lahir.
Dampak dan langkah berikutnya
Implementasi Program Transmigrasi Patriot akan membutuhkan sinergi antar kementerian, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Langkah awal meliputi penempatan tenaga akademis ke kawasan prioritas dan penyusunan agenda riset terapan yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Jika berhasil, model ini diharapkan mempercepat munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru, meratakan kesempatan, dan mengurangi beban urbanisasi di kota besar. Pemerintah membuka ruang bagi kampus untuk merancang program kemitraan yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...
Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling di Posko Gempa NTT
Pemerintah menggelar trauma healing dan perpustakaan keliling di posko GOR Samador, Sikka pada 19 Agustus 20...