Olahraga

Bimo/Arlya Gugur di 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026

Bagikan:
Bimo Prasetyo dan Arlya Nabila di lapangan Indra Gandhi Indoor Stadium saat Kejuaraan Dunia BWF 2026

Bimo Prasetyo dan Arlya Nabila Thesya Munggaran tersingkir dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai kalah 13-21, 16-21 dari unggulan ke-13 asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, pada Rabu 19 Agustus 2026 di Indra Gandhi Indoor Stadium, India. Kekalahan terjadi di babak 32 besar dan tim Indonesia dinilai kehilangan fokus pada poin-poin krusial.

Hasil dan skor

Pasangan Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, menang dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Pertandingan berlangsung di Lapangan 3 stadion dan berakhir tanpa perpanjangan gim. Hasil ini membuat wakil Indonesia itu gagal melaju ke babak 16 besar.

Analisis pemain

Menurut Bimo, titik lemah utama bukan pada teknik tetapi pada konsistensi mental. Ia menyatakan fokus tim acap kali goyah, terutama saat memegang keunggulan atau menghadapi poin tipis.

“Dari gim pertama sampai kedua, kami fokus pikirannya selalu goyah, naik turun,”

“Selalu dari sudah unggul atau poin yang mepet-pepet, fokusnya hilang,”

Bimo menambahkan bahwa dari sisi permainan mereka mampu menyaingi lawan, namun belum mampu mempertahankan ketenangan sepanjang pertandingan.

“Dari cara bermain, pola permainan kami merasa kami bisa mengimbangi. Tapi, kami masih perlu konsisten di pikiran dan mentalnya,”

Pelajaran dari kekalahan

Arlya menyebut kekalahan ini memberikan banyak pelajaran teknis dan mental. Ia menyoroti perlunya perbaikan fokus saat menghadapi poin-poin kritis serta penguatan fisik, khususnya kekuatan tangan.

“Banyak pelajaran yang bisa kami ambil hari ini,”

“Dari cara mainnya, fokusnya, bagaimana mengatasi poin-poin kritis, bagaimana cara mempertahankan keunggulan. Kami juga harus menambah kekuatan tangan”

Implikasi dan langkah selanjutnya

Kekalahan ini menutup perjalanan Bimo/Arlya di turnamen tunggal tersebut. Fokus tim selanjutnya kemungkinan akan beralih ke evaluasi mental dan program fisik sebelum kompetisi berikutnya. Perbaikan konsistensi menjadi catatan utama yang harus ditangani agar hasil serupa tidak terulang.

Ke depan, pasangan ini dan pelatih diharapkan menyusun rencana latihan yang menekankan ketahanan mental pada titik-titik krusial pertandingan serta peningkatan kekuatan fisik untuk menjaga performa sampai akhir gim.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait