Kemendikdasmen: Literasi SD-SMP Ungguli Numerasi pada TKA 2026
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk siswa SD dan SMP pada Selasa, 26 Mei 2026. Hasil menunjukkan kemampuan literasi bahasa Indonesia lebih baik dibandingkan kemampuan numerasi matematika, menurut Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Toni Toharudin.
Temuan utama TKA 2026
Toni menyebut capaian kemampuan bahasa Indonesia siswa SD dan SMP unggul dari capaian matematika. Ia menilai hal ini menjadi sinyal bahwa penguatan pada aspek penalaran matematis masih diperlukan.
"kemampuan literasi bahasa Indonesia murid lebih baik dibandingkan numerasi. Hal ini terlihat dari hasil capaian matematika yang masih perlu ditingkatkan,"
Konsekuensi pembelajaran di sekolah
Hasil TKA digunakan Kemendikdasmen sebagai bahan evaluasi pembelajaran. Toni meminta guru memperkuat kemampuan pemecahan masalah dan berpikir logis dalam proses belajar mengajar.
"Penguatan berpikir logis dan penalaran matematis harus terus dilakukan. Kemampuan pemecahan masalah juga perlu diperkuat dalam pembelajaran,"
Menurut Kemendikdasmen, intervensi guru dan kebijakan kurikulum perlu menekankan strategi pembelajaran yang meningkatkan problem solving dan penalaran kuantitatif.
Perbandingan antar jenjang
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, menyatakan rerata TKA untuk SD-SMP 2026 lebih baik dibandingkan rerata pada jenjang SMA. Ia mengaitkan perbedaan ini dengan masa sosialisasi TKA yang lebih panjang untuk SD dan SMP.
Rerata nilai TKA SD-SMP 2026
Rincian angka rerata nilai tidak disertakan dalam rilis ringkas yang disampaikan. Berikut tabel ringkasan mata pelajaran yang diumumkan:
| Mata Pelajaran | Rerata (status) |
|---|---|
| Bahasa Indonesia | Hasil diumumkan; rincian angka belum dipublikasi |
| Matematika | Hasil diumumkan; rincian angka belum dipublikasi |
Arah perbaikan kebijakan
Kemendikdasmen menegaskan hasil TKA akan dipakai untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar perbaikan pembelajaran di seluruh satuan pendidikan, khususnya penguatan penalaran matematis dan pemecahan masalah pada murid SD dan SMP.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...