Nasional

Wamendikdasmen Tinjau Program Pendidikan Prioritas di Gorontalo

Bagikan:
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau sekolah dan berdialog dengan guru di Gorontalo Agustus 2026

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meninjau sejumlah program prioritas pendidikan Presiden di Gorontalo pada 18 Agustus 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan revitalisasi sekolah, penyaluran tunjangan guru, program Pendidikan Profesi Guru, dan layanan Pendidikan Jarak Jauh berjalan optimal dan dirasakan masyarakat.

Peninjauan revitalisasi SDN 1 Limboto

Satu hari setelah HUT Ke-81 Republik Indonesia, Wamendikdasmen memeriksa kondisi fisik dan progres revitalisasi SDN 1 Limboto. Sekolah ini menerima bantuan APBN 2026 sebesar Rp852.646.867, dengan masa pengerjaan 4 Juli hingga 4 Desember 2026.

Fajar menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar perbaikan bangunan, tetapi juga memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

"Revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo. Program ini bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi memastikan anak-anak belajar dengan aman dan nyaman,"

Dialog dengan universitas dan mahasiswa PPG

Rombongan kemudian berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), tempat Wamendikdasmen berdialog dengan pimpinan universitas dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ia mengapresiasi peran UMGO dalam menyiapkan guru profesional.

Dalam pertemuan itu Fajar memaparkan terobosan penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang kini disalurkan langsung ke rekening guru dan diperkuat menjadi penyaluran bulanan bagi guru ASN daerah pada 2026.

"Kompetensi dan kesejahteraan guru harus meningkat bersama, itulah komitmen Bapak Presiden Prabowo,"

"PPG menyiapkan profesionalismenya, sedangkan TPG merupakan ikhtiar pemerintah meningkatkan kesejahteraan. Keduanya harus bermuara pada pembelajaran yang lebih bermutu,"

Pengurangan beban administrasi dan fokus pada pembelajaran

Di Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Gorontalo, Wamendikdasmen mendengarkan langsung pengalaman dan kendala guru serta kepala sekolah. Ia menekankan pentingnya menata beban kerja dan mengurangi beban administrasi agar guru lebih fokus mendidik.

"Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan kebijakan, tetapi juga mendengar langsung suara Bapak dan Ibu guru. Kebijakan harus berangkat dari keadaan nyata dan memudahkan guru menjalankan tugasnya,"

Pendidikan Jarak Jauh dan penanganan Anak Tidak Sekolah

Fajar mengingatkan perlunya sinergi untuk menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS). Salah satu upaya adalah melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai layanan formal yang fleksibel bagi anak yang kesulitan mengikuti sekolah reguler.

PJJ di Gorontalo merupakan tindak lanjut Perpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Penyelenggaraan PJJ di daerah ini didukung oleh beberapa sekolah, antara lain:

  • SMAN 1 Gorontalo
  • SMAN 2 Limboto
  • SMAN 1 Gorontalo Utara

Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai pusat inovasi

Peninjauan ditutup di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Bone Bolango, salah satu dari 17 SNT yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Wamendikdasmen berharap SNT menjadi pusat mutu dan "laboratorium inovasi" yang terbuka bagi sekolah lain.

"Sekolah lain harus dapat belajar, mengakses fasilitas, dan merasakan manfaat kehadirannya," katanya, menekankan peran SNT dalam meningkatkan kualitas pendidikan setempat.

Kunjungan ini menegaskan fokus pemerintah pada perbaikan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, serta strategi menjangkau anak yang belum terlayani melalui PJJ. Langkah-langkah tersebut diharapkan memperkuat akses dan mutu pendidikan di Gorontalo dalam beberapa bulan ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait