Puluhan Ribu Mengungsi Akibat Gempa M7,7 di NTT
Puluhan ribu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungsi40.040 jiwa mengungsi; angka ini merefleksikan respons warga, bukan otomatis jumlah rumah rusak.
Data pengungsian dan sebaran
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan data sementara pada konferensi pers virtual di NTT. Ia menekankan pengungsian banyak dipicu dampak psikologis warga.
"Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah jadi perlu kita hati-hati untuk menterjemahkannya. Namun ini karena banyaknya dampak psikologis yang dirasakan oleh warga,"
Sebaran pengungsi tercatat di beberapa kabupaten. Sebagian berada di posko resmi BPBD, sementara sekitar 14 ribu jiwa mengungsi secara mandiri.
| Kabupaten | Jumlah Pengungsi (jiwa) |
|---|---|
| Manggarai | 6.487 |
| Manggarai Timur | 966 |
| Manggarai Barat | 600 |
| Nagekeo | 6.221 |
| Sikka | 5.681 |
| Ende | 366 |
| Ngada | 1.920 |
Kerusakan rumah dan korban luka
BNPB mendata total 11.925 unit rumah rusak akibat gempa. Rinciannya: 5.516 rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan.
| Tingkat Kerusakan | Unit |
|---|---|
| Rusak berat | 5.516 |
| Rusak sedang | 1.916 |
| Rusak ringan | 4.493 |
Berton menyatakan kerusakan tertinggi terjadi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.
Perbedaan data korban luka
Data korban luka menunjukkan perbedaan antar lembaga. Kementerian Kesehatan mencatat 1.182 orang luka-luka, sedangkan Basarnas melaporkan 132 orang. Perbedaan ini menurut BNPB muncul karena dasar pencatatan yang berbeda.
| Kabupaten | Luka Berat | Luka Sedang | Luka Ringan |
|---|---|---|---|
| Manggarai Timur | 442 | - | 513 |
| Manggarai | 31 | - | 88 |
| Ngada | 14 | 1 | 19 |
| Nagekeo | 13 | - | 9 |
| Manggarai Barat | 13 | - | - |
| Sikka | 12 | - | 7 |
| Ende | 5 | - | 15 |
Respons SAR dan layanan kesehatan
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan masyarakat meminta penguatan sektor kesehatan. Permintaan ini muncul setelah kunjungan Menteri Dalam Negeri ke daerah terdampak.
"Kami hari ini khususnya membantu pelaksanaan perkuatan di kesehatan sesuai dengan arahan yang diminta oleh Bapak Menteri Kesehatan. Khususnya di daerah-daerah yang terdampak cukup besar dan susah untuk dijangkau,"
Bramantyo menyebutkan upaya pengiriman personel dan logistik sedang berlangsung, termasuk pemindahan 40 tenaga medis dari Kodam IX/Udayana dan pergerakan KN SAR Antareja 233 dari Kupang untuk mendukung operasi di lapangan.
Situasi di NTT masih memerlukan pemantauan intensif, terutama untuk kebutuhan medis dan penanganan rumah rusak. Pemda dan lembaga penanggulangan bencana fokus pada evakuasi, perawatan korban, dan distribusi bantuan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kemenperin menggandeng mahasiswa melalui program Design Canvas & Design Maker 2026 untuk membantu IKM fesyen...
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...