Lokal

Tanggul Aek Sigeaon Ditata jadi Pusat Pedestrian dan Kuliner

Bagikan:
Penataan trotoar dan area publik Tanggul Aek Sigeaon di Kota Tarutung

Tarutung — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memulai penataan kawasan Tanggul Aek Sigeaon di Kota Tarutung menjadi ruang publik ramah pejalan kaki dan pusat kuliner malam. Proyek diumumkan pada Kamis, 22 Oktober 2026, dan mencakup revitalisasi trotoar, perbaikan drainase, pemasangan penerangan, serta penghijauan untuk memperkuat daya tarik ibu kota dan membuka peluang usaha bagi UMKM.

Ruang publik, infrastruktur, dan mitigasi bencana

Penataan dilakukan secara terpadu oleh beberapa dinas terkait. Selain pembangunan trotoar, pekerjaan juga mencakup perbaikan gorong-gorong yang mengalami kerusakan berat untuk mengamankan aliran air menuju Sungai Aek Sigeaon. Langkah ini sekaligus dimaksudkan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan perkantoran dan pemukiman sekitar.

"Penataan kawasan ini dilakukan secara terpadu dan terukur dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Kita ingin menjadikan Tanggul Aek Sigeaon sebagai ruang publik kebanggaan warga Tarutung yang ramah pejalan kaki sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujar Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat.

Rincian pekerjaan

Pekerjaan revitalisasi mencakup beberapa elemen teknis dan fasilitas publik. Pembangunan akan meliputi trotoar baru, jalur pemandu bagi penyandang disabilitas, penerangan tenaga surya, kursi taman, dan area hijau. Perbaikan drainase meliputi rekonstruksi outlet gorong-gorong dengan box culvert dan pemasangan sheet pile sebagai dinding penahan tanah.

  • Revitalisasi trotoar dan pemasangan guiding block
  • Penerangan tenaga surya dan furnitur taman
  • Perbaikan gorong-gorong menggunakan box culvert
  • Pemasangan sheet pile pada outlet untuk penguatan struktur

"Kawasan sungai yang selama ini menjadi bagian penting lanskap kota dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi masyarakat, tempat bersantai, sekaligus lokasi tumbuhnya aktivitas ekonomi pada malam hari," kata Kepala Dinas Perumahan Perkim LH, Nokman Simanungkalit.

Anggaran proyek

Proyek ditangani oleh dua dinas: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup menangani pedestrian, sementara Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perhubungan menangani rekonstruksi drainase.

Jenis Pekerjaan Pagu Anggaran
Revitalisasi Pedestrian Tanggul Jalan Diponegoro Rp1,229 miliar
Rekonstruksi outlet gorong-gorong Rp2,9 miliar

"Kondisinya saat ini sudah menganga dan hampir amblas. Karena itu, diperlukan perbaikan gorong-gorong yang amblas dengan konstruksi box culvert serta pemasangan sheet pile..." ujar Kepala Dinas PUTR, Dalan Simanjuntak.

Tujuan sosial-ekonomi dan prospek

Selain memperbaiki infrastruktur dan mitigasi bencana, penataan diarahkan menjadi pusat pedestrian dan kuliner malam sepanjang Jalan Diponegoro, dari Jembatan Naheong hingga Jembatan D.I Panjaitan. Pemerintah berharap ruang yang lebih tertib dan nyaman itu menumbuhkan kegiatan ekonomi malam dan memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal.

Penanganan yang terintegrasi antara perbaikan drainase dan penataan trotoar diharapkan membuat kawasan lebih aman dari risiko banjir serta lebih menarik bagi warga dan pengunjung, sehingga mendorong aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait