Nasional

Presiden Perintahkan Tambahan 700 Tabung Oksigen untuk Riau

Bagikan:
Ilustrasi tabung oksigen dan posko kesehatan penanganan kabut asap di Riau

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penambahan pasokan oksigen untuk masyarakat dan petugas yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Instruksi ini disampaikan pada rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju, Pekanbaru, Senin, 24 Agustus 2026, setelah daerah melaporkan kebutuhan mendesak sekitar 500 tabung oksigen.

Permintaan tambahan oksigen dari Presiden

Dalam rapat, Presiden meminta agar pemerintah pusat segera mengirim pasokan oksigen untuk memenuhi kebutuhan darurat. Permintaan awal adalah pengiriman 500 tabung, kemudian dinaikkan menjadi 700 tabung sesuai arahan presiden untuk memastikan ketersediaan bagi warga dan petugas di lapangan.

Segera kirim 500

Kalau perlu oksigen itu ditambah jadi 700, segera kirim ya

Ketersediaan dan distribusi di lapangan

Kapolda Riau, Herry Heryawan, mengatakan posko kesehatan telah didirikan di sejumlah wilayah terdampak. Oksigen juga disiapkan di kantor kepolisian dan tingkat kelurahan sebagai upaya cepat tanggap membantu warga yang terkena kabut asap.

Herry melaporkan saat ini terdapat sekitar 30 tabung oksigen di wilayah Kerumutan, sementara Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menambah 50 tabung. Meski begitu, jumlah tersebut masih jauh dari perkiraan kebutuhan.

Perlu bisa 500, Bapak

Dampak kesehatan dan korban

Pemerintah menekankan penanganan dampak kesehatan sebagai bagian dari respons selain pemadaman kebakaran. Selain pembagian masker, posko kesehatan menjadi rujukan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Dalam laporan yang disampaikan, Kapolda menyebut ada satu anggota Manggala Agni yang meninggal dunia pada tahun ini. Menurut keterangan, penyebab kematian terkait kehabisan oksigen saat menjalankan tugas pemadaman.

Langkah selanjutnya

Pemerintah pusat diminta mempercepat pengiriman oksigen dan mengkoordinasikan distribusi ke titik-titik prioritas, termasuk posko kesehatan dan lokasi pemadaman. Instruksi tersebut diharapkan mengurangi risiko bagi petugas dan warga yang terdampak kabut asap.

Penambahan pasokan menjadi bagian dari strategi penanganan darurat sementara upaya pemadaman terus dilanjutkan untuk menekan sumber asap dan memperbaiki kualitas udara di Riau.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait