Nasional

BNPB: Distribusi Bantuan Gempa NTT Semakin Lancar

Bagikan:
Relawan dan truk logistik di bandara menuju Lokasi pengiriman bantuan NTT

BNPB memastikan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin lancar setelah pembentukan posko nasional dan daerah. Pernyataan itu disampaikan Kepala BNPB pada keterangan pers virtual, Senin, 24 Agustus 2026, terkait pengiriman logistik ke Labuan Bajo dan Maumere.

Posko nasional dan daerah percepat pengiriman

BNPB menempatkan posko logistik nasional di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Seluruh logistik untuk Pulau Flores, termasuk tujuan Labuan Bajo dan Maumere, dihimpun di posko ini sebelum diteruskan ke NTT.

Di wilayah NTT, dua posko utama dibentuk: Aju I di Bandara Komodo, Labuan Bajo, yang melayani empat kabupaten (Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada), serta Aju II di Maumere yang mengendalikan penanganan dan distribusi bantuan untuk Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

“Untuk pendorongan logistik, komando pengendali semakin lancar karena terbentuk posko. Posko nasional ada di Halim, semua logistik akan dikirim ke Labuan Bajo dan Maumere dihimpun di Halim,”

Jumlah bantuan dan kondisi dampak

Sampai 24 Agustus 2026, total logistik yang masuk ke Pulau Flores tercatat 1.225 ton, dengan rincian 869 ton di Labuan Bajo dan 356 ton di Maumere. Perkembangan korban dan kerusakan juga terus diperbarui oleh BNPB.

Keterangan Jumlah
Korban meninggal 100 jiwa
Korban luka (ringan & berat) 1.603 jiwa
Rumah rusak - total 73.818 unit
  Rusak berat 23.276 unit
  Rusak sedang 17.563 unit
  Rusak ringan 32.979 unit
Intensitas gempa susulan 6.409 kali
Pengungsi 180.327 jiwa

Operasi udara dan bantuan pangan

Pada Senin pagi, tiga pesawat TNI Angkatan Udara bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma membawa logistik menuju NTT. Masing-masing pesawat ditujukan ke Labuan Bajo dan Maumere untuk mempercepat distribusi kebutuhan darurat.

“Masing-masing dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere, membawa 31 ton logistik siap makan. Berupa biskuit, wafer, protein bar, roti, berbagai kebutuhan pangan lainnya, serta mainan untuk anak-anak,”

Situasi di lapangan dan respons selanjutnya

Meskipun beberapa rumah tidak rusak atau hanya terdampak ringan, banyak warga masih memilih mengungsi karena khawatir dengan gempa susulan. BNPB dan mitra terus memperkuat alur logistik dan koordinasi posko untuk mempercepat distribusi bantuan ke titik-titik terdampak.

Ke depan, fokus penanganan diarahkan pada distribusi pangan siap santap, perawatan korban luka, serta perbaikan tempat tinggal sementara bagi pengungsi. Upaya pemantauan gempa susulan juga akan terus dilakukan untuk menjaga keselamatan warga.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait