Indonesia Dorong Digitalisasi untuk Ketahanan Pangan APEC
Indonesia mendorong inovasi dan digitalisasi guna memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia Pasifik. Pernyataan itu disampaikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) saat mengawal agenda Policy Partnership on Food Security (PPFS) dalam APEC Food Security Week di Dalian, RRT, 18-22 Agustus 2026.
Indonesia sebagai National Focal Point APEC PPFS
Bapanas ditetapkan sebagai National Focal Point untuk PPFS APEC. Sejak Februari, Bapanas aktif mengawal pembahasan melalui negosiasi virtual, konsultasi, dan masukan tertulis untuk memastikan kepentingan nasional tercermin dalam dokumen APEC.
Ketua Tim Kerja Sama Bapanas, Sulistiyorini, menegaskan peran aktif Indonesia dalam proses tersebut.
"Indonesia tentunya aktif mengawal substansi pembahasan agar kerja sama yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan dan kepentingan nasional," ujar Sulistiyorini.
Deliverables yang Disepakati
Pada 21 Agustus 2026, tiga deliverables PPFS mendapat endorsement dan akan diadopsi pada 11th APEC Food Security Ministerial Meeting di Hangzhou, 24-25 Agustus 2026. Ketiga dokumen itu antara lain:
- Dokumen prinsip penguatan ketahanan sistem pangan melalui inovasi dan digitalisasi yang memuat lima prinsip utama dan rencana aksi;
- Joint Statement 11th APEC Food Security Ministerial Meeting yang merangkum delapan isu kunci ketahanan pangan kawasan;
- Expert Group Operational Document sebagai panduan kerja kelompok ahli PPFS agar lebih efektif, terkoordinasi, dan transparan.
Fokus pada Inovasi dan Digitalisasi
Dalam pertemuan PPFS Plenary, delegasi Indonesia menyoroti penerapan teknologi untuk memperlancar perdagangan dan meningkatkan efisiensi sistem pangan. Implementasi termasuk penggunaan Online Single Submission (OSS), e-certificate, dan Indonesia National Single Window (INSW) untuk memfasilitasi perdagangan pangan internasional.
Sulistiyorini menekankan bahwa transformasi sistem pangan memerlukan pendekatan menyeluruh yang menggabungkan inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor.
"Transformasi sistem pangan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Inovasi dan digitalisasi harus dapat memperkuat efisiensi, ketahanan, dan kualitas sistem pangan," ujar Sulistiyorini.
Isu Prioritas dan Dampak Forum
Joint Statement yang disiapkan memuat delapan isu kunci, antara lain inovasi dan digitalisasi, food loss and waste (FLW), sumber daya alam, perikanan, perdagangan, investasi, pembangunan pedesaan, serta penguatan mekanisme APEC. Rangkaian APEC Food Security Week juga menjadi forum bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas pemanfaatan teknologi dalam membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan efisien.
Langkah Selanjutnya
Dengan endorsement deliverables, fokus sekarang bergeser pada adopsi resmi dalam pertemuan tingkat menteri dan implementasi rencana aksi di antara ekonomi APEC. Pengawalan yang berkelanjutan diharapkan menjamin hasil forum relevan dengan kebutuhan nasional dan memperkuat kerja sama regional di bidang ketahanan pangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Karhutla Riau Turun: Dari 16.277 Ha Kini Tersisa 900 Ha
BPBD Riau melaporkan dari 16.277 ha karhutla Januari–Agustus 2026, kini sekitar 900 ha masih ditangani; tuju...
Karhutla Riau: 41,8 Juta Liter Air Diguyurkan sejak Maret 2026
Sejak Maret 2026, 41,8 juta liter air disiram untuk padamkan karhutla Riau; helikopter water bombing dan OMC...
Karhutla Meluas di Kalimantan, PKS Minta Prioritaskan Keselamatan Warga
PKS mendesak prioritas keselamatan warga, kesiapsiagaan layanan kesehatan, perlindungan satwa, dan penegakan...
Polri-Bhayangkari Kirim Bantuan Gempa Flores via Laut dan Udara
Polri dan Bhayangkari mengirim logistik via laut dan udara ke lima wilayah terdampak gempa Flores untuk memp...
Prabowo Minta Dalami Dugaan Keterkaitan Korporasi dalam Karhutla
Presiden Prabowo minta penyelidikan soal dugaan keterkaitan korporasi dalam pembakaran lahan di Riau dan mem...
Komisi III Apresiasi Polri Bongkar Aktor Utama Karhutla
Komisi III apresiasi Polri bongkar aktor utama karhutla dan dorong pendekatan 'follow the money' untuk ungka...