Misi Swift Boost Diluncurkan 30 Juni 2026 dari Kwajalein
Misi Swift Boost siap diluncurkan paling awal pada Selasa, 30 Juni 2026, dari Atol Kwajalein, Republik Kepulauan Marshall. Katalyst Space akan mengirimkan pesawat servis robotik bernama LINK dengan roket Northrop Grumman Pegasus XL untuk menaikkan orbit Observatorium Neil Gehrels Swift. Tujuannya jelas: mencegah Swift kembali memasuki atmosfer Bumi pada akhir tahun ini akibat penurunan orbit.
Alasan dan urgensi
Semua pesawat ruang angkasa di orbit rendah menghadapi hambatan atmosfer yang perlahan menurunkan ketinggian mereka. Gelombang aktivitas matahari yang meningkat baru-baru ini memperbesar efek ini terhadap Swift. Satelit yang diluncurkan pada November 2004 itu berisiko kembali ke atmosfer jika tidak ada tindakan.
Rencana peluncuran dan operasi LINK
Roket Pegasus XL akan mengantar LINK ke orbit dekat Swift. Setelah mencapai orbit, LINK akan bermanuver mendekati dan menangkap satelit observasi tersebut. Proses pengangkatan ketinggian orbit akan berlangsung secara bertahap selama beberapa bulan.
- Berat pesawat: sekitar 399 kilogram
- Tinggi: sekitar 1,5 meter
- Panel surya: hampir 6 meter untuk menyuplai daya
- Sistem pendorong: tiga pendorong ion
- Perangkat manipulasi: tiga lengan robotik untuk menangkap dan mengendalikan Swift
Dengan desain tersebut, LINK akan melakukan operasi yang presisi dan bertahap untuk menaikkan orbit tanpa merusak instrumen Swift.
Peran Swift bagi pengamatan antariksa
Observatorium Swift memiliki kemampuan pengamatan multi-spektrum yang luas. Selain melakukan studi ilmiah, satelit ini juga memberi peringatan kepada fasilitas lain, baik di luar angkasa maupun di darat, untuk mengoordinasikan pengamatan lanjutan.
"Swift adalah alat serbaguna NASA dalam mempelajari alam semesta," kata S. Bradley Cenko, peneliti utama Swift di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard.
Dampak dan prospek
Tindakan menaikkan orbit Swift bukan hanya menyelamatkan satu misi ilmiah. Langkah ini juga menjadi peluang bagi pengembangan industri layanan satelit komersial AS. Keberhasilan operasi LINK dapat membuka jalan bagi misi servis serupa di masa depan.
Peluncuran 30 Juni 2026 menjadi momen penting untuk menjaga keberlangsungan pengamatan astronomi dan menguji kemampuan servis satelit komersial dalam kondisi operasi nyata.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Bahlil Ajak Kampus Percepat Riset Energi untuk Ketahanan Nasional
Menteri ESDM Bahlil ajak kampus percepat riset energi untuk dukung ketahanan, hilirisasi, dan substitusi CNG...
Kampus Diminta Siapkan Kompor Listrik untuk Program 2027
Perguruan tinggi diminta menyiapkan kompor listrik untuk program pemerintah 2027 guna mengurangi ketergantun...
Mentan Dukung Hilirisasi Inovasi Kampus untuk Perkuat Swasembada
Mentan siap mendukung hilirisasi riset perguruan tinggi untuk percepat swasembada pangan dan tingkatkan prod...
Kampus Dilibatkan Percepat Program Strategis Energi Nasional
Mendiktisaintek dan Menteri ESDM ajak perguruan tinggi percepat target energi nasional melalui riset, CNG, d...
Kampus Inventarisasi Riset Siap Hilirisasi untuk Kementan
Perguruan tinggi diminta inventarisasi riset siap hilirisasi untuk dukung Kementan, kata Mendiktisaintek dan...
Gabriella Udayana Juara Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026
Gabriella Sianturi dari Universitas Udayana juara Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026 dengan gagasan inklu...