NASA Pangkas Program Artemis, Kontrak Rp96 Triliun Dibatalkan
NASA membatalkan kontrak perangkat keras Program Artemis senilai USD 5,9 miliar (sekitar Rp96 triliun), menurut audit Kantor Inspektur Jenderal NASA yang dirilis pada 28 Juni 2026. Pembatalan ini mengikuti restrukturisasi besar program yang mengundur misi pendaratan berawak dari Artemis 3 ke Artemis 4 dan menyederhanakan desain roket.
Pembatalan kontrak dan peningkatan biaya
Nilai kontrak yang dibatalkan mengalami pembengkakan dari rencana awal sebesar USD 2,9 miliar sebelum proyek dihentikan. Audit menyatakan bahwa jika proyek dilanjutkan, biaya dan jadwal penyelesaian diperkirakan akan terus membengkak.
Restrukturisasi Program Artemis
Dalam rencana baru, NASA menggeser fokus dari pembangunan stasiun orbit Bulan menuju pangkalan permanen di permukaan Bulan. Perubahan itu juga membuat desain Space Launch System (SLS) disederhanakan dengan membatalkan versi peningkatan roket.
Perangkat keras yang dibatalkan
Beberapa komponen yang sebelumnya dikembangkan untuk Artemis kini tidak lagi dibutuhkan. Audit mencatat sejumlah proyek dibatalkan karena kombinasi biaya yang membengkak, keterlambatan bertahun-tahun, dan kendala teknis.
- Exploration Upper Stage (EUS) untuk roket SLS
- Adaptor roket yang terkait dengan konfigurasi lama
- Menara peluncuran berukuran lebih besar
- Modul Habitation and Logistics Outpost (HALO) yang semula bagian dari Gateway
- Pembangunan stasiun luar angkasa Gateway di orbit Bulan
Temuan audit dan alasan pembatalan
Laporan audit menyimpulkan bahwa sejumlah proyek menghadapi kelebihan biaya, keterlambatan signifikan, dan masalah teknis yang sulit diatasi dalam jangka pendek. Auditor menilai bahwa melanjutkan komponen-komponen tersebut akan menambah risiko anggaran dan menunda tujuan misi secara keseluruhan.
Target pendaratan dan prospek ke depan
NASA kini menargetkan pendaratan astronot di Bulan melalui misi Artemis 4 pada 2028. Badan antariksa mengatakan restrukturisasi diperlukan agar target kembali ke Bulan sebelum akhir dekade lebih realistis tercapai.
Perubahan arah ini akan berdampak pada kontraktor dan jadwal program, sekaligus menandai pergeseran strategi ke fokus permukaan Bulan. Langkah selanjutnya akan menentukan bagaimana NASA menyeimbangkan anggaran, teknologi, dan target ilmiah ke depan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...