Tiongkok Perluas Tiangong jadi "Double-T" Seiring Pensiunnya ISS
Tiongkok berencana menggandakan kapasitas stasiun luar angkasa Tiangong dari tiga menjadi enam modul dalam beberapa tahun ke depan. Rencana ini dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas penelitian ilmiah dan mendukung misi awak serta kargo, seiring mendekatnya pensiun International Space Station (ISS).
Rencana ekspansi dan konfigurasi baru
Tiangong akan berubah dari konfigurasi berbentuk huruf "T" menjadi double-T melalui penambahan satu modul multifungsi dan dua modul eksperimen. Penambahan ini juga akan menyediakan lebih banyak port docking agar lebih banyak pesawat antariksa dapat merapat sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasional.
Menurut pernyataan yang disampaikan oleh seorang peneliti dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), langkah ini sebenarnya sudah termasuk dalam rencana awal pembangunan Tiangong. Tahap pertama ekspansi akan dimulai dengan peluncuran modul multifungsi seberat sekitar 20 ton yang akan terhubung ke modul inti Tianhe.
Rincian modul dan kapasitas docking
Modul eksperimen tambahan akan memperluas kapasitas penelitian di berbagai disiplin, termasuk ilmu material, biologi, dan fisika dalam kondisi mikrogravitasi. Dengan port docking tambahan, Tiangong diperkirakan mampu menampung lebih banyak kunjungan awak, kargo suplai, dan operasi docking simultan.
Perubahan konfigurasi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan logistik dan dukungan misi jangka panjang, sehingga stasiun dapat berfungsi sebagai platform penelitian yang lebih serbaguna dan andal.
Teleskop antariksa Xuntian
Sejalan dengan ekspansi Tiangong, Tiongkok juga menyiapkan teleskop antariksa Xuntian yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Teleskop ini memiliki cermin utama berdiameter 2 meter, sedikit lebih kecil dari Hubble, namun memiliki bidang pandang jauh lebih luas.
Xuntian diklaim mampu menangkap bidang pandang sekitar 300 kali lebih luas dibandingkan Hubble. Dengan kamera beresolusi sekitar 2,5 miliar piksel, teleskop ini diproyeksikan dapat memetakan sekitar 40 persen langit. Karena akan berada di orbit yang sama dengan Tiangong, Xuntian dapat merapat untuk pengisian bahan bakar atau peningkatan sistem.
Dampak pensiunnya ISS dan prospek ke depan
Ekspansi Tiangong terjadi saat masa pensiun ISS semakin dekat, sehingga langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat kehadiran Tiongkok dalam eksplorasi antariksa berawak global. Penambahan modul dan kemampuan dukungan untuk teleskop menjadikan Tiangong calon pusat penelitian dan operasi antariksa yang lebih mandiri.
Ke depan, perkembangan ini membuka peluang kolaborasi ilmiah, namun juga memicu persaingan kemampuan infrastruktur antariksa di orbit rendah Bumi. Pengembangan modul dan peluncuran Xuntian akan menjadi indikator kemampuan teknis dan ambisi program antariksa Tiongkok pada tahun-tahun mendatang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel
LSBA membuka kampus di LSPR Transpark Bekasi (15 Agus 2026) untuk memperkuat pendidikan vokasional anak berk...
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...