Nasional

Indonesia Klaim Swasembada Domba dan Kambing, Impor di Bawah 10%

Bagikan:
Kambing dan domba di pameran Indo Livestock Expo dengan kontes domba Garut

Kementerian Pertanian menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada domba dan kambing. Pernyataan itu disampaikan pada Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK2, Kabupaten Tangerang, Selasa, 16 Juni 2026. Kementan menilai impor daging domba dan kambing kini berada di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional, sehingga negara dinyatakan mandiri untuk komoditas ini.

Impor turun, tetapi masih ada pengecualian

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah tetap membuka ruang impor terbatas pada enam bulan awal 2026. Kebijakan itu berlaku untuk daging dengan kualitas premium dan jumlahnya dibatasi di bawah 10 persen kebutuhan nasional.

“Saat ini Indonesia bisa kita declare kita sudah swasembada daging domba dan kambing. Kenapa? Karena impor kita sudah berada di bawah 10 peesen dari kebutuhan nasional, bahkan kita terus kurangi,”

Data populasi dan pemanfaatan

Agung merinci populasi ternak. Saat ini populasi domba nasional sekitar 9,15 juta ekor, sedangkan populasi kambing tercatat sekitar 15 juta ekor. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal, termasuk untuk kepentingan ibadah seperti penyediaan hewan kurban haji.

Menurutnya, ketersediaan yang melimpah juga berpengaruh pada harga yang lebih terjangkau dibanding beberapa tahun lalu.

Dorongan ekspor dan sistem pemotongan

Pemerintah mendorong pengembangan butchering system di dalam negeri agar produk domba dan kambing siap dipasarkan, termasuk untuk ekspor. Agung mengatakan langkah ini bertujuan menambah nilai tambah dan mengurangi ketergantungan impor.

Kontes domba Garut: pertama kali digelar secara indoor

Pada ajang Indo Livestock Expo tahun ini juga digelar kontes ternak dan seni ketangkasan domba Garut secara indoor untuk pertama kali. Penyelenggara menilai pelaksanaan dalam ruangan memberikan pengalaman berbeda dan lebih nyaman bagi peserta, pengunjung, serta ternak.

"Pelaksanaan di dalam ruangan ternyata lebih nyaman, tidak hanya bagi peternak dan pengunjung, tetapi juga bagi ternak domba yang menjadi peserta. Acara ini juga menghadirkan berbagai jenis ternak unggulan lainnya,"

Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Yudi Guntara Noor, menyebutkan acara terdiri atas dua agenda utama: kontes domba dan seni ketangkasan domba Garut. Kategori kontes meliputi:

  • Raja Kasep
  • Raja Pedet
  • Raja Daging
  • Raja Daging Introduksi
  • Kategori usia umumnya 1–2 tahun untuk kontes; seni ketangkasan dinilai pada domba usia 3 tahun ke atas

Penilaian seni ketangkasan dilakukan berdasarkan kombinasi aktivitas di arena, kesehatan, keserasian tubuh, teknik pukulan, teknik bertanding, dan keberanian. Semua aspek itu dinilai langsung oleh dewan juri.

Makna bagi peternak dan ekonomi

Penyelenggaraan expo dan kontes bertujuan memberi apresiasi kepada peternak. Selain menjadi sarana edukasi dan promosi, acara ini diharapkan meningkatkan nilai ekonomi ternak dan memotivasi peternak untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan.

Dengan populasi yang kuat dan upaya peningkatan mutu, Kementan menilai Indonesia berada pada posisi yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan domestik dan memperluas pasar ekspor ke depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait