Lokal

SUIEFF 2026 Dorong Pelestarian Budaya lewat Fashion Etnik

Bagikan:
Peragaan busana etnik di Medan saat SUIEFF 2026

Penyelenggaraan Sumatera Utara International Ethnic Fashion Festival (SUIEFF) 2026 menjadi ajang promosi budaya dan pengembangan ekonomi kreatif. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei di Hotel Karibia Medan dan menampilkan desainer dari berbagai daerah Indonesia serta mancanegara.

Festival bertema Etnik Internasional

Penyelenggara SUIEFF, Santi Sinaga, menyatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan etnik Sumatera Utara sekaligus daerah lain ke khalayak lebih luas. Tema "Etnik Internasional" membuat partisipasi tahun ini lebih luas dibanding sebelumnya, dengan peserta dari daerah lain di Indonesia hingga negara tetangga.

"Tujuan utama kegiatan ini sebagai wadah promosi budaya, memperkenalkan kekayaan etnik Sumatera Utara dan daerah lain, sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif serta industri fashion berbasis budaya. Kami juga ingin mendukung desainer muda dan model-model muda,"

Partisipasi dan skala kegiatan

Awalnya panitia menargetkan sekitar 20 desainer. Namun hingga hari H jumlah yang bergabung mencapai 24 desainer. Keterlibatan peserta luar negeri menunjukkan peningkatan skala kolaborasi menjadi lebih internasional.

Karya yang ditampilkan dan proses penilaian

Para perancang menampilkan karya yang mengangkat unsur budaya setempat, seperti motif khas Melayu, batik, dan ulos. Karya-karya itu dipadukan dengan konsep busana etnik modern untuk menjembatani nilai tradisi dan tren kontemporer.

Dalam seleksi peserta, panitia menilai kreativitas, orisinalitas desain, kemampuan mengangkat unsur budaya, inovasi perpaduan tradisional dan modern, serta kualitas pengerjaan busana. Tahun ini tidak ada kompetisi desainer; penilaian difokuskan pada pemilihan ikon kegiatan.

"Fashion etnik bukan hanya soal pakaian, tetapi juga media memperkenalkan budaya dan identitas daerah,"

Peluang ekonomi dan tantangan pelestarian

Santi menilai industri fashion etnik di Sumatera Utara memiliki peluang ekonomi besar. Hubungan erat dengan UMKM, pariwisata, dan pasar kain tradisional memberi nilai tambah bagi pengrajin lokal.

Meski berpotensi, ada tantangan menjaga keaslian nilai budaya di tengah arus tren global. Panitia mengingatkan agar komersialisasi tidak menghilangkan makna budaya asli.

"Tantangan terbesar saat ini menjaga nilai budaya tetap asli sambil mengikuti perkembangan tren. Jangan sampai komersialisasi berlebihan membuat makna budaya itu hilang,"

Prospek ke depan

Penyelenggara berharap SUIEFF dapat mendorong berkembangnya sektor industri fashion etnik di Sumatera Utara menjadi bagian kuat dari ekonomi kreatif. Harapannya, kegiatan ini membuka peluang usaha baru dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional serta internasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!