Anang Maruf dan Yusuf Ekodono Perkuat Soekarno Cup U-17
Legenda Timnas Indonesia Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bergabung di kepanitiaan Soekarno Cup U-17 untuk memperluas pembinaan dan memberi panggung bagi talenta muda dari berbagai daerah.
SURABAYA — Dua legenda Timnas Indonesia, Anang Maruf dan Yusuf Ekodono, resmi bergabung dalam kepanitiaan Soekarno Cup U-17 2026. Mereka menilai turnamen ini penting untuk menemukan dan mengembangkan pemain muda dari berbagai provinsi. Turnamen digelar di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan pada 10-24 Agustus 2026, diikuti sekitar 400 pemain dari 16 provinsi.
Keterlibatan legenda untuk pengawasan dan motivasi
Anang tidak hanya menjadi juru bicara, tetapi juga aktif memantau perkembangan pemain selama turnamen. Pemilik 31 penampilan bersama Timnas itu akan terlibat dalam pemilihan man of the match pada setiap laga. Keterlibatan praktis itu dimaksudkan untuk memberi evaluasi langsung dan mendorong mental pemain muda.
"Saya bergabung di Soekarno Cup karena saya percaya pembinaan usia muda adalah investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Masih banyak anak-anak bertalenta di pelosok-pelosok Tanah Air yang membutuhkan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Soekarno Cup menjadi wadah untuk itu," ujar Anang Maruf.
Aturan turnamen dan fokus pembinaan
Yusuf Ekodono menilai regulasi turnamen menjadi salah satu kekuatan utama Soekarno Cup. Panitia hanya memperbolehkan pemain yang belum pernah tampil di Liga 1, Liga 2, Liga 3, maupun Elite Pro Academy (EPA). Aturan ini dirancang untuk membuka panggung bagi pemain yang belum tersentuh kompetisi formal.
"Aturan itu menurut saya sangat baik karena benar-benar memberikan ruang kepada pemain yang belum pernah mendapatkan panggung. Mereka inilah yang perlu kita dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan kemampuannya bisa dilihat lebih banyak pihak," kata Yusuf.
Yusuf, peraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, menegaskan bahwa Soekarno Cup tidak bermaksud menggantikan kompetisi federasi. Sebaliknya, turnamen ini diharapkan memperluas ekosistem pembinaan bersama kompetisi resmi seperti Piala Soeratin dan Elite Pro Academy.
Dampak yang diharapkan dan prospek ke depan
Keterlibatan dua legenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembinaan di Soekarno Cup yang kini memasuki penyelenggaraan ketiga setelah Jakarta 2023 dan Bali 2025. Pengalaman Anang dan Yusuf diharapkan memberi motivasi dan perspektif praktis kepada pemain muda yang sedang membangun karier.
Keduanya berharap turnamen ini bisa menjadi jembatan bagi talenta-talenta muda menuju jenjang nasional. Jika proses pencarian dan pembinaan semakin luas, peluang menemukan pemain yang siap membela Timnas Indonesia pun akan meningkat.
"Kami berharap, dari turnamen ini muncul talenta muda yang kelak mengenakan jersey Garuda kebanggaan Timnas Indonesia," ujar Yusuf.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bawaslu Verifikasi Data SIPOL di Kantor DPC PDI Perjuangan Tuban
Bawaslu Kabupaten Tuban melakukan verifikasi data SIPOL di kantor DPC PDI Perjuangan Tuban untuk memastikan...
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang
ASDP dan Pemkab Banyuwangi bersepakat percepat peningkatan dermaga, perluasan buffer zone, dan kapal bantuan...
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...