Politik

SMK Taruna Jember: Lima Karakter untuk SDM Siap Digital

Bagikan:
Ilustrasi siswa SMK Taruna Jember belajar keterampilan teknologi dan vokasi

Edi Cahyo Purnomo mengusulkan agar pendidikan SMK Taruna di Jember fokus membangun lima karakter utama untuk mencetak SDM unggul dan adaptif di era digital.

JEMBER — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mengajukan rencana pendidikan SMK Taruna yang menekankan pembentukan lima karakter utama: disiplin, kepemimpinan, nasionalisme, penguasaan teknologi, dan jiwa sosial. Usulan itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, Sabtu (4/7/2026).

Inti usulan: kualitas karakter dan kompetensi

Edi menilai masalah pendidikan saat ini bukan kuantitas lulusan, melainkan kualitas karakter dan kompetensi. Ia menekankan perlunya lulusan yang disiplin, adaptif, dan mampu berwirausaha.

“Persoalan kita bukan kekurangan lulusan sekolah. Yang masih kurang adalah lulusan yang disiplin, adaptif, siap bekerja, sekaligus memiliki kemampuan menjadi pencipta lapangan kerja,” kata Edi Cahyo Purnomo.

Kelima karakter yang diusulkan

Menurut Edi, pendidikan taruna harus melahirkan siswa yang siap menghadapi tuntutan industri sekaligus berjiwa sosial. Lima karakter yang diusulkan adalah:

  • Disiplin
  • Kepemimpinan
  • Nasionalisme
  • Penguasaan teknologi
  • Jiwa sosial

Kurikulum: vokasi terpadu dengan teknologi

Edi mengusulkan agar kurikulum SMK Taruna memasukkan penguasaan teknologi tinggi yang relevan dengan pasar kerja. Bidang yang disebut antara lain kecerdasan buatan, Internet of Things, robotika, keamanan siber, analisis data, dan pemasaran digital.

  • AI (kecerdasan buatan)
  • IoT (Internet of Things) dan robotika
  • Keamanan siber dan analisis data
  • Pemasaran digital

Selain keterampilan teknis, siswa juga didorong mengikuti program pengabdian masyarakat. Contohnya membantu digitalisasi desa, mendampingi UMKM, dan mengembangkan inovasi sederhana untuk masyarakat.

Dampak ekonomi dan identitas lokal

Edi meyakini SMK Taruna dapat meningkatkan daya saing daerah dan menarik investasi melalui ketersediaan SDM yang kompeten. Ia juga mengusulkan identitas sekolah yang mencerminkan kekhasan Jember.

“Nama sekolah sebaiknya tidak generik. Identitas lokal harus menjadi kekuatan, misalnya SMK Taruna Marhaen Jember, SMK Taruna Pandalungan, atau SMK Taruna Tangguh Jember,” ujar Edi.

Implikasi ke depan

Pembangunan manusia lewat pendidikan vokasi berbasis kepemimpinan, teknologi, dan kewirausahaan dinilai sebagai investasi terbaik bagi masa depan daerah. Edi menekankan langkah ini perlu menjadi bagian dari agenda strategis Kabupaten Jember dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait