PDI Perjuangan: Perubahan APBD Sumenep Harus Pro Rakyat
SUMENEP — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengingatkan agar perubahan anggaran daerah pada Perubahan APBD 2026 tetap berpijak pada kepentingan masyarakat. Pernyataan disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi, Wahyudi, saat rapat paripurna DPRD Sumenep di Gedung Nusantara, Rabu (19/8/2026), menyusul laporan nota keuangan yang mencatat kenaikan PAD namun penurunan belanja daerah.
Ringkasan perubahan anggaran
Dalam nota keuangan Bupati, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik sebesar Rp40,77 miliar atau sekitar 12,20 persen, dari semula Rp334,30 miliar menjadi sekitar Rp375,08 miliar pada Perubahan APBD 2026. Sementara itu, anggaran belanja daerah mengalami penurunan sekitar Rp42,34 miliar atau 1,59 persen.
Kritik dan pesan Fraksi PDI Perjuangan
Wahyudi menilai kenaikan PAD menunjukkan perkembangan ekonomi daerah yang positif. Namun ia menekankan bahwa efisiensi belanja tidak boleh menggeser arah pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Pengurangan anggaran jangan sampai mengubah haluan visi dan misi kerakyatan yang menjadi tujuan kita bersama.
Menurut Fraksi, kualitas perencanaan dan pelaksanaan perubahan anggaran harus memperhatikan prinsip-prinsip dasar tata kelola anggaran.
Prioritas pembangunan dan implikasi sosial
Fraksi PDI Perjuangan meminta agar penyesuaian belanja tetap mempertimbangkan prioritas pembangunan dan persoalan strategis masyarakat. Beberapa fokus yang disebutkan meliputi kemiskinan, ketimpangan pendapatan, dan responsivitas kebijakan terhadap aspirasi publik.
- Prinsip ekonomi: efisiensi dan efektivitas pengeluaran.
- Keadilan dan akuntabilitas: alokasi harus menyasar kelompok paling membutuhkan.
- Responsivitas: anggaran menjadi instrumen merespons aspirasi masyarakat.
Kami berharap perubahan APBD 2026 tetap menjadi instrumen untuk merespons setiap aspirasi masyarakat dan mengatasi persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan di Kabupaten Sumenep.
Fraksi menegaskan bahwa kualitas belanja daerah harus benar-benar diarahkan pada kebutuhan prioritas. Dengan demikian, perubahan anggaran tidak sekadar penyesuaian angka, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumenep.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ansari: Kemerdekaan Jangan Hanya Jadi Seremonial
Hj. Ansari di Pamekasan menegaskan kemerdekaan harus diwujudkan lewat kepedulian sosial dan kesejahteraan, b...
Soekarno Cup Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa NTT di Surabaya
Talenta muda Soekarno Cup menyalurkan bantuan bahan pokok untuk mahasiswa NTT di Surabaya akibat keluarganya...
Ahok: Kader PDIP Madiun Harus Turun dan Dampingi Rakyat
Ahok minta kader PDIP Kota Madiun turun ke masyarakat, dengarkan keluhan, dan cari solusi nyata agar politik...
Ahok Minta Kader PDIP Madiun Turun dan Dengarkan Rakyat
Ahok mengingatkan kader PDIP Kota Madiun agar turun ke masyarakat, dengarkan keluhan, dan cari solusi nyata,...
PDI Perjuangan Malang Sisipkan Doa dan Galang Bantuan untuk Korban NTT
PDI Perjuangan Kota Malang menyisipkan doa dan galang bantuan untuk korban gempa NTT saat upacara HUT RI ke-...
Said Abdullah: Pengajuan Destry-Aida Pilihan Teknokrasi untuk BI
Said Abdullah menilai pengajuan Destry dan Aida sebagai pilihan teknokrasi; BI perlu segera merumuskan core...