DPR Minta Pengusutan Tuntas Kekerasan Ibu terhadap Anak di Pamekasan
PAMEKASAN — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan seorang ibu berinisial D.A hingga menyebabkan anak kandungnya meninggal dunia pada Senin, 17 Agustus 2026. Peristiwa itu terjadi di Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Permintaan pengusutan dan pendalaman latar belakang
Ansari menegaskan penyelidikan harus menyeluruh. Polisi diminta tidak hanya memfokuskan pada peristiwa, tetapi juga menyelidiki kondisi yang melatarbelakangi tindakan itu.
Ia mengingatkan penyidik perlu mendalami kemungkinan adanya tekanan psikologis, masalah ekonomi, atau beban lain yang dialami D.A sebelum peristiwa terjadi. Menurut Ansari, pemahaman konteks penting untuk pencegahan kejadian serupa.
Ini tentu sangat memprihatinkan. Kami semua bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi sampai seorang ibu bisa berada dalam kondisi seperti itu terhadap anaknya sendiri
Pemeriksaan kejiwaan dan langkah kepolisian
Polisi telah mengamankan D.A dan masih memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kronologi kejadian. Penyidik juga berencana melakukan pemeriksaan visum psikiatrikum untuk memastikan kondisi psikologis terduga pelaku.
Ansari mendorong pemeriksaan kejiwaan itu dilakukan secara profesional. Ia menyatakan hasil pemeriksaan penting sebagai bahan evaluasi penyelidikan dan penanganan hukum.
Perlindungan perempuan dan anak
Selain menuntut pengusutan perkara, Ansari menekankan perlunya memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak di tingkat lokal. Ia mengatakan upaya pencegahan harus dimulai sejak muncul tanda tekanan dalam keluarga.
Negara harus hadir. Kalau ada ibu yang menghadapi tekanan berat, jangan sampai mereka merasa menghadapi semuanya sendirian. Harus ada ruang untuk mendapatkan bantuan, pendampingan dan pertolongan
Ia menambahkan program dukungan sosial dan akses layanan kesehatan jiwa perlu diperluas agar keluarga yang terdampak mendapatkan intervensi dini. Langkah itu dinilai krusial untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Sikap selanjutnya
Penyidik akan melanjutkan pemeriksaan saksi dan mendalami motif serta kondisi psikologis D.A. Hasil visum psikiatrikum akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah hukum dan rekomendasi perlindungan sosial.
Kasus ini memicu perhatian publik dan mendorong diskusi soal ketersediaan layanan pendampingan keluarga di daerah-daerah rentan tekanan sosial.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
ASN Banyuwangi Berbagi daftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS
ASN Banyuwangi Berbagi mendaftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan pada 17 Agustus 2026 untu...
Ansari: Kemerdekaan Jangan Hanya Jadi Seremonial
Hj. Ansari di Pamekasan menegaskan kemerdekaan harus diwujudkan lewat kepedulian sosial dan kesejahteraan, b...
Soekarno Cup Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa NTT di Surabaya
Talenta muda Soekarno Cup menyalurkan bantuan bahan pokok untuk mahasiswa NTT di Surabaya akibat keluarganya...
Ahok: Kader PDIP Madiun Harus Turun dan Dampingi Rakyat
Ahok minta kader PDIP Kota Madiun turun ke masyarakat, dengarkan keluhan, dan cari solusi nyata agar politik...
Ahok Minta Kader PDIP Madiun Turun dan Dengarkan Rakyat
Ahok mengingatkan kader PDIP Kota Madiun agar turun ke masyarakat, dengarkan keluhan, dan cari solusi nyata,...
PDI Perjuangan Malang Sisipkan Doa dan Galang Bantuan untuk Korban NTT
PDI Perjuangan Kota Malang menyisipkan doa dan galang bantuan untuk korban gempa NTT saat upacara HUT RI ke-...