Politik

Bambang Riyoko, Wakil Ketua PDI Sidoarjo, Meninggal Dunia

Bagikan:
Bambang Riyoko saat rapat DPC PDI Perjuangan Sidoarjo 3 Juli 2026

SIDOARJO — Bambang Riyoko, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan Sidoarjo dan anggota DPRD Sidoarjo, meninggal pada Sabtu dini hari, 4 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 WIB di RS Notopuro Sidoarjo. Kepergian itu mengejutkan keluarga, rekan sejawat di legislatif, dan kader partai.

Kematian dan rapat terakhir

Pertemuan itu dihadiri pengurus DPC, Fraksi, perwakilan PAC dari 18 kecamatan, dan pengampu dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Menjelang akhir, Bambang sempat memberikan pesan singkat yang dianggap menyempurnakan pembahasan.

"Ijin saya mau ngomong, sedikit saja. Untuk pembentukan Pengurus Ranting, usahakan tempat tinggal masing-masing pengurus tidak dalam satu RW apalagi RT. Sudah, itu saja. Terimakasih,"

Pesan singkat itu diceritakan oleh Choirul Hidayat, yang duduk bersebelahan dengan Bambang malam itu. Rekan-rekan menyebut interupsi tersebut mencerminkan kecermatan seorang kader senior.

Kiprah dan kontribusi bagi partai

Bambang dikenal sebagai sosok yang bergerak di bidang usaha pembuatan palet dan aktif mendukung kegiatan partai sejak era 1990-an. Rekan-rekannya menyebut dia kerap menjadi penyokong aktivitas partai pada masa-masa awal perjuangan.

Salah satu kontribusi pentingnya adalah membantu proses penebusan dan pengurusan sertifikat hak milik kantor sekretariat DPC, sehingga status kepemilikan berubah dari personal menjadi milik partai.

Selain peran politis, Bambang juga melakukan bantuan sosial kecil yang konsisten. Menjelang wafatnya, ia mengirimkan perangkat panggung instruktur senam ketika mendengar rencana kegiatan ibu-ibu di Sukodono.

"Acaranya hari Minggu (5/7/2026) besok, tapi beliau sudah mengirimkan peralatan panggung instruktur senam sejak Kamis," kata Tunasih, pegiat senam asal Sukodono.

Prosesi pemakaman dan penghormatan

Rumah duka di Jalan Gadung No. 9, Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo, dipadati pelayat sejak pagi hingga menjelang siang. Hadir kader, legislator, dan sejumlah pejabat eksekutif setempat.

Jenazah diberangkatkan menuju makam desa dengan ambulans Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Sidoarjo atas permintaan keluarga. Di perjalanan, jenazah dipindahkan ke keranda dan digotong ke pusara oleh pelayat.

"Agar jenazah almarhum diantar ambulans Baguna. Karena lebih dari separuh usianya untuk mengabdi kepada PDI Perjuangan," kata adik almarhum, Iswahyudi.

Kesan yang ditinggalkan Bambang adalah komitmen pada partai dan tindakan nyata yang sering dilakukan tanpa sorotan publik. Kiprahnya meninggalkan jejak dalam pergerakan partai dan masyarakat Sidoarjo.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait