Jakarta Siapkan Ekosistem Smart MICE Berbasis Teknologi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pengembangan Smart MICE berbasis teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, kualitas penyelenggaraan acara, dan daya saing kota. Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi DPPKUKM DKI Jakarta, Aditya Pratama Yudha Saputra, pada acara INAMICE 2026 di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Upaya dilakukan melalui pemanfaatan teknologi seperti registrasi digital, kecerdasan buatan, analisis data, pembayaran digital, serta integrasi layanan transportasi dan informasi kota.
Apa itu Smart MICE dan tujuan pengembangan
Smart MICE dimaknai sebagai ekosistem penyelenggaraan kegiatan meeting, incentive, convention, dan exhibition yang didukung teknologi dan layanan terintegrasi. Jakarta mendorong langkah ini agar kota mampu bersaing di level internasional dan meningkatkan pengalaman peserta acara.
Teknologi yang akan diimplementasikan
Aditya merinci beberapa komponen teknologi yang akan digunakan. Tujuannya untuk menyederhanakan proses dan meningkatkan kualitas layanan acara internasional.
- Registrasi digital untuk pendaftaran peserta.
- Kecerdasan buatan untuk personalisasi dan otomatisasi layanan.
- Analisis data untuk data-driven decision making dan evaluasi acara.
- Pembayaran digital untuk kemudahan transaksi.
- Integrasi layanan transportasi dan informasi kota agar konektivitas lebih baik.
Fokus strategi Smart MICE
Menurut Aditya, pengembangan Smart MICE akan bertumpu pada tiga fokus utama:
- Digital experience — meningkatkan kenyamanan dan akses bagi peserta.
- Data-driven decision making — menggunakan data untuk perencanaan dan evaluasi.
- Connected urban services — menghubungkan layanan kota seperti transportasi dan informasi publik.
"Jakarta ingin membangun ekosistem Smart MICE Destination. Ekosistem ini didukung oleh teknologi dan layanan yang terintegrasi,"
Dampak yang diharapkan
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap efektivitas penyelenggaraan acara meningkat dan peserta internasional mendapatkan pengalaman lebih baik: kenyamanan, kemudahan akses, dan konektivitas layanan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi event internasional dan mendukung visi kota menjadi global city yang berkelas dunia.
Langkah berikutnya
Aditya menegaskan bahwa transformasi digital menjadi fondasi industri MICE. Pengembangan ekosistem akan memerlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, penyelenggara acara, penyedia teknologi, dan layanan kota. Implementasi bertahap diperkirakan akan dimulai melalui pilot project dan integrasi sistem prioritas.
Penguatan Smart MICE menjadi bagian dari strategi Jakarta untuk mengoptimalkan potensi event internasional sambil meningkatkan daya saing dan kualitas layanan kota.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...
RRI Dorong Kreator Lokal Jadi Bagian Transformasi Digital
RRI luncurkan inisiatif Transformasi Kreator Indonesia untuk menjadikan stasiun RRI ruang berkumpul kreator...