Lokal

SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan Siap Dibangun dan Terima Siswa 2027

Bagikan:
Lokasi rencana pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael di Pangururan Samosir

Pangururan, Samosir — Pemerintah Kabupaten Samosir dan Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar sepakat mempercepat pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael di Pangururan. Pembangunan asrama ditargetkan dimulai tahun ini dan penerimaan peserta didik baru direncanakan pada tahun ajaran 2027.

Kesepakatan dan kunjungan

Kesepakatan itu mengemuka saat Bupati Samosir Vandiko T. Gultom melakukan kunjungan balasan ke kantor yayasan pada Senin (2/11). Kunjungan menegaskan komitmen Pemkab untuk mendukung sekolah yang menitikberatkan pada prestasi akademik sekaligus pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Yayasan menilai dukungan pemerintah daerah sangat berarti untuk mempercepat realisasi rencana yang sudah dibahas sebelumnya.

Percepatan pembangunan dan target waktu

Ketua Yayasan, Pastor Fridolinus Simanjorang, menyambut baik kehadiran Bupati. Ia menegaskan yayasan mendapat dukungan penuh dari Uskup Agung Medan dan siap melanjutkan tahapan pembangunan.

"Suatu kehormatan bagi kami. Ini menjadi dorongan dan motivasi untuk mempercepat program yang sudah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Samosir," ujar Pastor Fridolinus.

Sekolah akan menggunakan lokasi sementara untuk pembelajaran pada tahap awal sembari kompleks utama dan asrama dibangun. Yayasan menargetkan dalam dua tahun seluruh aktivitas pendidikan bertumpu pada kompleks SMA Plus tersebut.

Lokasi, anggaran, dan fasilitas

Proyek diproyeksikan membutuhkan investasi jangka panjang sekitar Rp41 miliar dan akan dilaksanakan dalam empat fase pengembangan. Kompleks direncanakan berdiri di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, berdekatan dengan Puskesmas Buhit, pada lahan seluas sekitar 3,2 hektare.

Rencana fasilitas mencakup lebih dari gedung sekolah dan asrama. Pengembangan akan meliputi:

  • Asrama putra dan putri
  • Aula dan lapangan olahraga (sepak bola, basket)
  • Kolam renang dan taman siswa
  • Green house, lahan pertanian, dan area parkir
  • Gapura serta fasilitas pendukung lainnya

Dukungan teknis pemerintah daerah

Bupati Vandiko menegaskan kehadirannya menunjukkan keseriusan Pemkab Samosir mewujudkan sekolah unggulan. Pemerintah daerah menyambut inisiatif yayasan sebagai peluang memperkuat kualitas pendidikan selain pembangunan SMK unggulan di Tuktuk Siadong.

"Kami siap bersinergi agar SMA Plus ini segera terbangun di Samosir. Kami sangat senang dan siap mendukung," ujar Vandiko.

Dukungan yang dijanjikan meliputi pembukaan dan pematangan lahan, bantuan alat berat, fasilitasi perizinan termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta koordinasi jaringan listrik dan akses jalan.

Kepala Dinas PU Rudimanto Limbong menambahkan sebagian akses sudah mendapat penanganan. Rencana pembukaan jalan selebar 6–7 meter dimasukkan dalam perencanaan tahun depan.

"Tahun depan sudah masuk dalam perencanaan pembukaan jalan menuju sekolah. Untuk tahun ini, kami akan membantu secara bertahap melalui sirtunisasi," jelas Rudimanto.

Pendekatan pendidikan: karakter, budaya, dan kepemimpinan

Konsep pendidikan SMA Plus Santo Mikael menekankan pengembangan karakter berakar budaya Batak, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan public speaking. Kegiatan ekstrakurikuler diarahkan agar budaya lokal tidak hanya diajarkan, tetapi juga diperkenalkan ke masyarakat luas bahkan ke tingkat internasional.

Dengan dimulainya tahapan pembangunan dan rencana penerimaan di 2027, kolaborasi antara Pemkab dan Yayasan diharapkan melahirkan generasi muda Samosir yang berdaya saing, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait