Polda Sumut Luncurkan Aplikasi Sisargas untuk Respon Cepat Bencana
MEDAN — Direktorat Samapta Polda Sumatera Utara meluncurkan aplikasi Sisargas pada Jumat (16/10) sebagai sistem informasi cepat untuk merespon peristiwa bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah itu. Peluncuran disampaikan di aula Dit Samapta Polda Sumut sebagai upaya mempercepat penanganan dengan melibatkan masyarakat dan instansi terkait.
Fitur dan akses aplikasi
Menurut Kasubdit Gasum Dit Samapta Polda Sumut, AKBP Syahirul A Rambe, Sisargas berbasis website dan sudah dapat diakses publik. Masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana dari lokasi masing-masing sehingga respons bisa dipercepat.
"Aplikasi informasi kebencanaan tersebut sudah dapat diakses di Sisargas.my.id. Dengan begitu, masyarakat bisa memberi informasi peristiwa bencana alam di wilayah masing-masing," kata AKBP Syahirul A Rambe.
Aplikasi ini menyajikan beberapa fitur utama, antara lain:
- Informasi bencana terkini dan peta lokasi kejadian
- Fitur laporan dan pengaduan dari warga
- Koordinasi tim SAR dan peringatan dini
- Monitoring kejadian serta evaluasi penanganan
Koordinasi lintas instansi
Pelaksanaan tugas melalui Sisargas membutuhkan kerja sama lembaga terkait. Pihak Polda Sumut menegaskan integrasi diperlukan agar respons menjadi efektif dan terkoordinasi.
- Basarnas (SAR)
- Dinas Kesehatan
- Dinas PUPR
- BMKG dan instansi lainnya
Dampak di lapangan dan harapan
Wakil Direktur Samapta Polda Sumut AKBP Marganda Aritonang mengapresiasi inisiatif ini. Ia menilai gagasan tersebut bermanfaat besar bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan bencana.
"Kita ketahui bencana alam di Sumut kerap terjadi, baru-baru ini terjadi banjir Langkat-Aceh Taming, kemudian 2025 lalu banjir dan longsor di Tapanuli Tengah, dan saat ini kabut asap akibat Karhutla telah menyelimuti wilayah Sumut. Dengan adanya aplikasi Sisargas, masyarakat dapat menyampaikan informasi terkait peristiwa bencana, dan akan direspon petugas," ujar AKBP Marganda Aritonang.
AKBP Syahirul menambahkan harapan agar Sisargas menjadi saluran informasi cepat yang dapat memperpendek waktu respons semua pihak. Sistem ini diharapkan mempermudah pemetaan kejadian dan mengefektifkan penanganan darurat.
Proyeksi ke depan
Polda Sumut menyatakan akan terus mengembangkan dan menguji fungsi Sisargas melalui koordinasi intensif dengan instansi terkait. Jika berjalan baik, platform ini dapat meningkatkan kapasitas tanggap darurat dan meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kejati Sumut, Aceh, Riau Tandatangani PKS dengan TNI AL di Belawan
Kejati Sumut, Aceh, dan Riau menandatangani PKS dengan TNI AL di Belawan untuk memperkuat penegakan hukum di...
Terdakwa Kepemilikan Sabu 4,9 Kg Dituntut 18 Tahun di Medan
Deny Eko Dinarto dituntut 18 tahun penjara dan denda Rp200 juta terkait kepemilikan 4.932,16 gram sabu yang...
PWI Sosialisasikan UU Pers dan KEJ ke 150 Kepala Sekolah
PWI Simalungun dan PWI Pematang Siantar sosialisasi UU Pers dan KEJ kepada 150 kepala sekolah, memberi strat...
Kapolres Pematangsiantar Turun ke Jalan Atur Lalu Lintas dan Bantu Truk
Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan turun langsung atur lalu lintas dan bantu truk kehabisan...
Mendikdasmen Harap Rakernas V MPK Dukung Mutu dan Pemerataan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti berharap Rakernas V MPK di Tarutung menghasilkan keputusan strategis untuk mendukun...
Pematangsiantar Siaga Darurat Kabut Asap 14 Hari
Pematangsiantar tetapkan siaga darurat kabut asap 14 hari mulai 16 Oktober; pemerintah minta pembatasan akti...