Lokal

Sumut Kerahkan OMC: Pesawat Sebar NaCl Redam Kabut Asap

Bagikan:
Pesawat Cessna terbang dari Bandara Kualanamu untuk operasi modifikasi cuaca sebar NaCl

Deliserdang, Sumatera Utara — Pemerintah Provinsi Sumut mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak Jumat 16/10 untuk memicu hujan dan menanggulangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Pada hari pertama, pesawat Cessna yang membawa bahan penyemai dilepas dari Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, namun operasi langsung menemui kendala karena pesawat harus mencari awan yang layak disemai.

Langkah OMC dan tujuan awal

Wakil Gubernur Sumut Surya melepas penerbangan operasi atas instruksi Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution. Sebelum lepas landas, Surya meninjau pemuatan natrium klorida (NaCl) ke dalam pesawat sebagai bahan yang akan ditaburkan ke awan untuk merangsang pembentukan hujan.

Jadi sesuai perintah Pak Gubernur, bahwa lokasi pilihannya pertama adalah wilayah Medan-Binjai-Deliserdang dan sekitarnya. Selanjutnya akan ke daerah lain

Kendala teknis: pesawat harus mencari awan

Wagub Surya menjelaskan bahwa OMC bukan sekadar menerbangkan pesawat. Operasi membutuhkan kondisi atmosfer tertentu, terutama keberadaan awan yang dapat menjadi sasaran penyemaian. Karena itu, target penyemaian di langit Medan dan sekitarnya tidak selalu langsung tercapai.

Awalnya memang kita berharap penerbangan dan penyebaran bubuk Natrium Klorida NaCl ini di wilayah Medan dan sekitarnya. Tetapi ternyata tidak semudah itu, karena pesawat harus mencari keberadaan awan sebelum menaburkan bubuk NaCl

Jadwal, kapasitas, dan durasi operasi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumut, Tuahta Saragih, mengurai rencana teknis OMC. Operasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan pola penerbangan dua kali sehari.

  • Setiap penerbangan membawa sekitar 1 ton NaCl
  • Durasi tiap terbang kurang lebih dua jam
  • Rencana total operasi selama tiga hari, dua kali terbang per hari

Harapan pemprov dan dampak pada penerbangan

Pemprov berharap penyemaian dapat mempercepat turunnya hujan sehingga kualitas udara membaik dan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat serta aktivitas warga dapat berkurang. Kabut asap selama beberapa hari terakhir juga telah mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Kualanamu, dengan sejumlah penerbangan tertunda karena jarak pandang terbatas.

Sesuai perintah Pak Gubernur, ini kita terbangkan pesawat untuk menebar bubuk NaCl sebanyak dua kali dalam satu hari. Mudah-mudahan langkah ini efektif menghilangkan kabut asap akibat karhutla

Pelaksanaan OMC menjadi upaya sementara yang mengandalkan kondisi alam, sehingga hasilnya akan terlihat bila awan cukup untuk diolah. Pemerintah daerah terus memantau operasi dan akan menyesuaikan lokasi maupun frekuensi penerbangan sesuai kebutuhan cuaca di lapangan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait