Sepatu Bunut Asahan Jadi Sorotan di PRSU 2026
Medan, 9 Juli 2026 — Paviliun Kabupaten Asahan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 menjadi pusat perhatian setelah produk Sepatu Bunut menarik kunjungan Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, dan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Kunjungan didampingi Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dan berlangsung pada Kamis sore sebagai bagian peninjauan potensi UMKM daerah.
Kunjungan dan pembelian sebagai dukungan nyata
Rombongan meninjau beberapa produk unggulan di paviliun, termasuk bibit kultur jaringan dari PT Hijau Surya Biotechindo dan ikon lokal Sepatu Bunut. Evita menyatakan kagum pada kualitas dan desain produk ketika melihat langsung proses dan hasil akhir sepatu tersebut.
“Sepatu Bunut memiliki desain yang menarik, kualitas jahitan yang rapi, serta daya saing yang baik sehingga berpotensi menembus pasar yang lebih luas,”
Untuk menunjukan dukungan, Evita membeli sepasang Sepatu Bunut ukuran 38 di lokasi. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan berkelanjutan kepada perajin.
Sejarah dan teknik pembuatan Sepatu Bunut
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menjelaskan bahwa industri Sepatu Bunut sudah bertahan sejak 1998 di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Bunut dan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat. Produksi berjalan secara rumahan dan dikelola oleh perajin lokal.
“Keunggulan lainnya terletak pada teknik pembuatannya, yaitu pemasangan kulit dilakukan dari bagian tapak menuju bagian atas sepatu. Teknik tersebut menghasilkan sepatu yang lebih kokoh dan memiliki daya tahan yang tinggi,”
Taufik menambahkan bahwa model khas Sepatu Bunut adalah tanpa tali dan tanpa tumit (pansus), tersedia untuk pria maupun wanita. Keunikan teknik jahit dan pemasangan memberikan ketahanan yang menjadi ciri khas produk ini.
Dukungan pemerintah dan prospek pasar
Evita menegaskan perlunya pembinaan, pendampingan, dan dukungan pemasaran agar UMKM Asahan dapat meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar lebih luas. Pernyataan serupa disampaikan Bupati yang berharap kunjungan ini memicu semangat inovasi di kalangan perajin.
Dukungan berkelanjutan dianggap krusial untuk mendorong scale up produksi, standarisasi kualitas, dan akses distribusi. Para perajin saat ini masih mandiri, memproduksi dan memasarkan langsung dari rumah produksi masing-masing.
Dengan sorotan dari figur nasional dan provinsi, Sepatu Bunut berpotensi memperkuat citra produk lokal Asahan di pasar regional dan nasional. Langkah selanjutnya adalah memperkuat pembinaan serta membuka akses pemasaran modern agar produk tradisional ini bisa tumbuh lebih besar.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bobby Serahkan Ranperda P-APBD Sumut 2026, Belanja Naik Rp1,678 T
Gubernur Bobby serahkan Ranperda P-APBD Sumut 2026; belanja naik Rp1,678 triliun dan kenaikan didominasi dan...
Pemprov Sumut Kejar Perbaikan Infrastruktur SDA untuk Cegah Banjir
Pemprov Sumut mempercepat perbaikan infrastruktur SDA pasca-bencana untuk menahan sedimen, mencegah banjir,...
Dankodaeral Kunjungi Batubara, Sinergi Diperkuat untuk Kemaritiman
Dankodaeral Laksamana Muda TNI Deny Septiana mengunjungi Batubara pada 25 Agustus untuk memperkuat sinergi p...
Polres Batubara Tangkap 17 Tersangka dalam 10 Kasus 3C
Polres Batubara menangkap 17 tersangka dalam 10 kasus 3C selama 16 Juli–26 Agustus 2026 di wilayah Batubara.
Polsek Kualuh Hulu Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor di Aek Kanopan
Polsek Kualuh Hulu menangkap dua tersangka pencurian Honda Revo Fit di Aek Kanopan; polisi masih memburu pen...
STIK-P Medan Dapat Pendampingan LLDikti untuk Perbaiki PDDikti & PISN
STIK-P Medan menerima pendampingan LLDikti Wilayah I Sumut untuk memperbaiki pelaporan PDDikti dan penerapan...