Ekonomi

Kemenperin dan LPEI Perkuat Sentra IKM Rendang Menuju Ekspor

Bagikan:
Pelaku IKM rendang di Payakumbuh memproduksi rendang untuk pasar ekspor

Kementerian Perindustrian bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperkuat sentra IKM rendang di Kota Payakumbuh untuk menembus pasar ekspor. Langkah ini diumumkan pada Senin, 18 Mei 2026, dengan strategi pembinaan terintegrasi berbasis potensi daerah melalui program One Village One Product (OVOP).

Pendekatan OVOP angkat potensi daerah

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat produk unggulan daerah agar kompetitif di pasar nasional dan global. Pemilihan Payakumbuh sebagai sentra didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, dan kelembagaan sentra.

"Pendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing. Dan diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah,"

Teknologi dan standar ekspor untuk IKM

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menyatakan akan memfasilitasi penerapan teknologi industri 4.0 bagi pelaku IKM. Tujuannya meningkatkan kapasitas produksi, konsistensi mutu, serta higienitas agar memenuhi standar ekspor.

"Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, higienitas produk, kapasitas produksi. Serta kesiapan IKM rendang dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun standar pasar ekspor global,"

— Reni Yanita, Direktur Jenderal IKMA

Peran LPEI dan promosi ke buyer internasional

LPEI akan memberikan pendampingan dan memperkuat akses pasar ekspor bagi IKM rendang. Sebagai bagian dari upaya itu, sampel produk IKM terpilih akan dipromosikan kepada calon buyer dan aggregator internasional untuk membuka jalur pemasaran baru.

Skala program dan data IKM OVOP

Pemerintah telah menetapkan 113 IKM OVOP melalui Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 3174 Tahun 2024. Kelompok IKM tersebut mencakup berbagai sektor, antara lain:

  • makanan dan minuman
  • kain tenun
  • batik
  • anyaman
  • gerabah

Provinsi Sumatera Barat tercatat memiliki 22 IKM OVOP, menempati peringkat kedua nasional setelah DI Yogyakarta. Kondisi ini menjadi modal bagi pengembangan sentra rendang di Payakumbuh.

Prospek dan tantangan

Sinergi Kemenperin, Ditjen IKMA, dan LPEI diharapkan mempercepat kesiapan IKM rendang untuk ekspor. Tantangan utama tetap pada peningkatan mutu, higienitas, dan kemampuan skala produksi. Keberhasilan program akan memberi dampak ekonomi lokal sekaligus memperluas jejak rendang Indonesia di pasar global.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!