Nasional

Menteri Dody Targetkan Sekolah Rakyat Kepri Rampung Juni 2027

Bagikan:
Lokasi dan lahan calon Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan tiga Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau rampung pada Juni 2027. Pembangunan Tahap III mencakup lokasi di Tanjungpinang, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna. Target ini dimaksudkan agar fasilitas siap dipakai saat tahun ajaran baru pada Juli 2027.

Target penyelesaian dan alasan

Dody menegaskan kesiapan lahan dan infrastruktur menjadi kunci agar pengerjaan selesai tepat waktu. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi semua persyaratan sejak awal.

"Sekolah Rakyat yang tahap ketiga ini semua kita targetkan selesai di Juni 2027. Karena kan Juli itu anak-anak harus masuk,"

Persiapan lahan dan infrastruktur pendukung

Selain lahan, pembangunan membutuhkan akses jalan, air bersih, sanitasi, dan utilitas lain. Kementerian PU meminta pemda menuntaskan persyaratan administrasi lahan agar proses konstruksi dapat berjalan lancar tanpa hambatan hukum atau teknis.

Rincian lokasi dan kapasitas

Rencana di Tanjungpinang menempatkan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Lahan seluas sekitar 12 hektare merupakan aset pemerintah kota. Sekitar tujuh hektare telah dinyatakan clear untuk pembangunan tahap awal, sedangkan sisanya disiapkan untuk pengembangan.

Sekolah Rakyat Tanjungpinang dirancang menampung jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas sekitar 1.260 siswa dalam 36 rombongan belajar. Kompleks ini mencakup ruang kelas, asrama, sarana olahraga, ruang kegiatan siswa, serta fasilitas kesehatan.

Di Kepulauan Anambas, calon lokasi berada di Desa Langir, Kecamatan Palmatak dengan lahan sekitar 6,9 hektare. Untuk Natuna, calon sekolah terletak di Kota Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, di atas lahan milik pemda seluas sekitar 10,53 hektare, yang 8,6 hektare-nya telah dinyatakan clear.

Kebutuhan air jangka pendek dan panjang

Untuk kebutuhan air, rencana jangka pendek di beberapa lokasi menggunakan sumur bor setelah mendapat persetujuan pemanfaatan air tanah. Dalam jangka panjang, pasokan akan diarahkan ke sumber permukaan, yakni Embung Sei Timun untuk Tanjungpinang dan Embung Sebayar untuk Natuna.

Penutup: tindak lanjut dan implikasi

Kementerian PU berkomitmen mengawal pembangunan hingga seluruh pekerjaan fisik selesai paling lambat Juni 2027. Jika jadwal terpenuhi, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di tiga wilayah ini akan mendapatkan akses pendidikan terpadu yang layak pada tahun ajaran berikutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait