Nasional

BNPB: 89.618 Rumah Rusak Pascagempa di NTT

Bagikan:
Rumah rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 89.618 rumah rusak di tujuh kabupaten Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa, data per Sabtu, 29 Agustus 2026. Angka ini masih dalam proses verifikasi dan validasi sebelum ditetapkan sebagai data final.

Jumlah kerusakan per kategori

Berdasarkan pendataan awal, dari total 89.618 rumah tersebut, terdapat rincian kerusakan sebagai berikut:

  • 26.544 rumah rusak berat
  • 20.837 rumah rusak sedang
  • 42.237 rumah rusak ringan

BNPB menyatakan angka-angka ini diperoleh dari laporan lapangan yang masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Proses verifikasi dan validasi

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan verifikasi akan memastikan kategori kerusakan sesuai kondisi riil. Pemeriksaan lapangan dapat mengubah kategori kerusakan dari laporan awal.

“Tentu dalam waktu dekat kita akan melaksanakan verifikasi dan validasi rumah-rumah yang rusak. Ini tentu akan memastikan setiap rumah warga dapat kategori apakah rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat,”

Berton menegaskan data belum final sampai proses tersebut selesai. Verifikasi dilakukan untuk mencegah kesalahan administrasi dan memastikan hak warga terpenuhi.

Data by name dan kerja sama Dukcapil

Hasil pemeriksaan juga akan dilengkapi data kependudukan. BNPB menyebut akan menyusun data by name, by address berdasarkan dokumen administrasi penduduk.

“Karena kita tahu ada gempa bumi seperti ini tentu kelengkapan dokumen-dokumen mungkin juga tercecer atau tidak kita perhatikan. Namun demikian, kami juga tentu akan melakukan berbagai verifikasi dengan pihak terkait seperti Dukcapil,”

BNPB mengimbau pemilik rumah agar menyiapkan dokumen kependudukan yang masih ada. Dokumen ini penting untuk proses verifikasi dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Prioritas pemulihan

Verifikasi dan validasi menjadi dasar penyusunan rencana dan prioritas pemulihan. BNPB menyebut kajian tersebut akan membantu menentukan sektor yang mendapat prioritas penanganan.

  • Perumahan
  • Kesehatan
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Infrastruktur terdampak gempa

Akurasi data kerusakan rumah penting untuk menentukan kebutuhan sumber daya dan skema bantuan. BNPB melanjutkan pendataan di lapangan sambil mempersiapkan langkah pemulihan selanjutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait