Mensos Apresiasi Jatim Punya Sekolah Rakyat Terbanyak
Menteri Sosial Saifullah YusufSekolah Rakyat. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu, 27 Mei 2026, setelah meninjau perkembangan program di wilayah tersebut.
Ringkasan capaian dan target
Menurut Mensos, Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan titik Sekolah Rakyat rintisan terbanyak di Indonesia. Tercatat ada 26 Sekolah Rakyat rintisan yang sudah beroperasi di berbagai kabupaten dan kota.
Saat ini juga sedang dibangun 16 gedung permanen yang ditargetkan selesai pada Juli 2026. Gedung-gedung tersebut direncanakan mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Rincian kapasitas dan manfaat
Setiap gedung permanen diproyeksikan mampu menampung sekitar seribu siswa. Kapasitas itu mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA sehingga mendukung kontinuitas pendidikan di lokasi yang dilayani.
Pembangunan gedung permanen diharapkan meningkatkan kualitas layanan, stabilitas proses belajar, dan akses pendidikan bagi komunitas setempat.
Posisi Jawa Timur dalam program nasional
Mensos menyebutkan bahwa program pembangunan gedung permanen berlangsung secara nasional. Secara keseluruhan, pemerintah merencanakan pembangunan di 104 titik di seluruh Indonesia.
"Kami berterima kasih kepada seluruh Bupati Wali Kota khususnya kepada Gubernur Jawa Timur. Karena sejak awal memberikan dukungan luar biasa bagi penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan,"
Dalam penjelasan terpisah ia menyatakan jumlah titik di Jawa Timur antara 15 hingga 16 lokasi pada fase pembangunan permanen. Perbedaan angka itu muncul dalam dua pernyataannya, namun konsistensi dukungan daerah terhadap program tetap ditekankan.
Dukungan pemerintah daerah
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor utama mengapa Jawa Timur memiliki jumlah SR terbanyak.
"Jawa Timur itu sangat mendukung, di mana sekarang SR yang terbanyak ada di Jawa Timur, jumlahnya 26 (titik). Yang lain masih di bawah Jawa Timur,"
Implikasi dan langkah berikutnya
Penyelesaian 16 gedung permanen pada Juli 2026 menjadi fokus utama menjelang tahun ajaran baru. Keberlanjutan operasional SR juga membutuhkan koordinasi anggaran, tenaga pengajar, dan pemeliharaan fasilitas.
Jika target selesai tepat waktu, daerah-daerah penerima akan lebih siap menyambut siswa baru pada 2026/2027 dan meningkatkan akses layanan pendidikan di tingkat lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi IV Apresiasi Pemangkasan Aturan Distribusi Pupuk
Komisi IV mengapresiasi pemangkasan 145 aturan dan penurunan harga pupuk untuk mempercepat distribusi pupuk...
Wapres Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Wapres Gibran meninjau United E-Motor Plant 3 di Tangerang, mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik...
Kemnaker Alokasikan Rp6,26 T untuk Magang dan Vokasi 2026
Kemnaker mengalokasikan Rp6,26 triliun untuk magang dan vokasi 2026, dengan target 150.000 magang dan perlin...
Kementras Tekankan SDM Jadi Fokus Pembangunan Transmigrasi
Kementerian Transmigrasi menegaskan pembangunan transmigrasi harus prioritaskan pengembangan SDM untuk mendo...
Kemhan: Calon Manajer Kopdes Ikut Latsarmil Bukan untuk Bertempur
Kemenhan menegaskan Latsarmil bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih bukan untuk bertempur, melainkan...
Bioetanol Aren Sudah Diuji: Klaim BRIN Lebih Irit
BRIN uji bioetanol dari aren di motor 27 Juni 2026 di Bogor; hasil klaim lebih irit dan bertenaga, namun mas...