Nasional

Menhub Rahasiakan Trase MRT Tangsel untuk Cegah Spekulasi Tanah

Bagikan:
Ilustrasi trase MRT menuju Tangerang Selatan untuk mencegah spekulasi harga tanah

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan trase Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang Selatan belum dibuka ke publik per Sabtu, 27 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk mencegah spekulasi tanah yang bisa mendorong kenaikan biaya pengadaan lahan dan mengganggu kelayakan investasi proyek.

Alasan penjagaan kerahasiaan trase

Menhub menyatakan rute tidak diumumkan agar informasi tidak disalahgunakan oleh calo atau spekulan tanah. Jika bocor, harga tanah di sekitar trase berpotensi melonjak tajam, sehingga investor dan perencanaan proyek terdampak.

"Itu biasanya kita enggak akan buka, karena apa? Nanti calo tanahnya beredar di mana-mana, kasihan juga kan mereka (investor)."

Ia mencontohkan spekulasi bisa muncul karena publik menebak jalur yang paling menguntungkan secara ekonomi.

Di tengah beredarnya kabar di media sosial, beberapa lokasi yang disebut-sebut menjadi opsi trase adalah:

  • Pondok Cabe
  • Pondok Aren

Dampak ekonomi dari bocornya trase

Dudy menjelaskan kenaikan harga tanah yang tidak wajar akan menambah biaya investasi. Akibatnya, skema pembiayaan berubah dan rencana pembangunan menjadi kurang efisien.

"Karena kalau misalnya ini bocor keluar, itu akan mempengaruhi biaya perolehan tanahnya."

Ia menegaskan, bila harga lahan melambung karena spekulasi, manfaat proyek bagi masyarakat bisa terganggu. Contoh ekstrem yang dikemukakan Menhub:

"Nanti tiba-tiba tanah yang tadinya Rp1 juta (per hektare, Red) jadi Rp30 juta gitu. Nah, hitungannya sudah enggak masuk."

Peran investor dan proses perencanaan

Menurut Menhub, investor memiliki kewenangan menentukan pola jaringan berdasarkan kajian bisnis. Oleh karena itu, mereka cenderung menyimpan detail trase sampai keputusan final diambil.

"Tujuan akhir (MRT Tangsel) kan BSD. Ya terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya sih yang penting jangkauannya sudah semakin jauh gitu, dan konektivitasnya lebih bagus,"

Tanggapan pemerintah daerah

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyambut kabar progres pembangunan MRT sebagai angin segar bagi mobilitas warga. Ia menekankan trase harus melalui kajian mendalam agar pelayanan publik berkualitas dan investasi berkelanjutan.

"Memang bukan suatu hal yang sederhana dalam mewujudkan sebuah trase MRT. Perlu kajian mendalam dan terukur, agar trase yang dibangun memenuhi kaidah pelayanan publik yang berkualitas dan terjangkau hingga perhitungan skema investasi yang tepat,"

Proses kajian dan negosiasi pengadaan lahan diperkirakan berlangsung sebelum pengumuman resmi trase. Pemerintah menegaskan prioritas pada perluasan jangkauan layanan dan peningkatan konektivitas agar masyarakat memperoleh akses transportasi massal yang lebih baik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait