Empat SDN di Ponorogo Nihil Pendaftar SPMB 2026
Ponorogo — Empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi ini terungkap setelah rekap pendaftaran awal dan menjadi perhatian DPRD setempat pada Rabu (15/7/2026).
Empat sekolah tanpa siswa baru
Empat SD yang tercatat tidak menerima pendaftaran adalah:
- SDN Nailan (Kecamatan Slahung)
- SDN Setono (Kecamatan Jenangan)
- SDN 3 Pomahan (Kecamatan Pulung)
- SDN 4 Tempuran (Kecamatan Sawoo)
Selain keempat sekolah tersebut, sejumlah SD negeri lain di wilayah Kabupaten Ponorogo hanya menerima sedikit siswa baru.
Penyebab menurunnya pendaftar
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, menyatakan fenomena minimnya pendaftar bukan hal baru. Ia menunjuk beberapa faktor penyebab, termasuk penurunan jumlah anak usia sekolah dan pergeseran pilihan orang tua.
“Fenomena ini hampir setiap tahun selalu ada. Ada beberapa penyebabnya. Pertama, memang karena program keluarga berencana yang dicanangkan pemerintah sehingga jumlah anak usia sekolah menurun,”
Riyanto menambahkan bahwa banyak orang tua kini memilih memasukkan anak ke sekolah swasta atau pondok pesantren yang menawarkan program berbasis agama. Menurutnya, hal ini membuat beberapa SD negeri di wilayah pinggiran kalah bersaing.
Tindak lanjut DPRD dan Dinas Pendidikan
Menanggapi kondisi tersebut, DPRD Ponorogo meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi dan menyiapkan solusi jangka panjang. Komisi D berencana menggelar rapat dengar pendapat (hearing) untuk membahas hasil SPMB 2026 dan langkah perbaikan.
“Nanti akan kami sharing dengan teman-teman di Dinas Pendidikan bagaimana solusi ke depan, termasuk sekolah-sekolah ini nantinya akan seperti apa penanganannya,”
Riyanto menyatakan evaluasi bertujuan agar pelaksanaan penerimaan murid baru tahun berikutnya lebih nyaman dan fleksibel bagi wali murid.
Dampak dan upaya peningkatan daya saing
Komisi D juga mendorong sekolah negeri melakukan inovasi untuk meningkatkan daya tarik. Fokus perbaikan yang diusulkan mencakup penataan program pembelajaran, kerja sama komunitas lokal, dan pendekatan promosi kepada orang tua.
Dengan agenda hearing dan evaluasi, DPRD berharap masalah ini dapat ditangani sistematis sehingga jumlah pendaftar pada SPMB berikutnya kembali meningkat serta distribusi layanan pendidikan menjadi lebih merata.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...