PDI Perjuangan: Keberhasilan APBD Jatim Diukur dari Dampak
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan keberhasilan APBD harus terlihat dari dampak pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar angka fiskal.
SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyatakan ukuran keberhasilan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh hanya dari capaian pendapatan, realisasi belanja, atau opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pernyataan itu disampaikan saat rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (14/7/2026).
Ringkasan capaian APBD 2025
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil merealisasikan pendapatan daerah sebesar 104,65 persen dari target dan realisasi belanja sebesar 93,82 persen. Provinsi ini juga mempertahankan opini WTP dari BPK RI serta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen.
Pesan utama fraksi
Meski mengapresiasi angka-angka tersebut, Fraksi PDI Perjuangan menekankan hasil fiskal harus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas hidup warga. Juru Bicara fraksi, Guntur Wahono, menilai fokus harus bergeser dari sekadar administratif ke dampak nyata.
"Ukuran keberhasilan APBD tidak boleh berhenti hanya pada tingginya pendapatan, serapan anggaran, atau sekadar pemenuhan administratif. Esensi utama APBD adalah bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan mampu dikonversi menjadi hasil pembangunan yang konkret bagi rakyat."
Catatan SiLPA dan tantangan sosial
Fraksi mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 mencapai Rp1,12 triliun. Dari jumlah itu, sebagian besar—sekitar Rp834,77 miliar—berasal dari sisa belanja pegawai.
Guntur mengingatkan besarnya SiLPA perlu dievaluasi karena Jawa Timur masih menghadapi persoalan mendasar, antara lain:
- Jumlah penduduk miskin sekitar 3,80 juta jiwa.
- Rata-rata lama sekolah 8,39 tahun.
- Tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK sebesar 5,99 persen.
Rekomendasi strategis fraksi
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Fraksi PDI Perjuangan mengajukan lima rekomendasi utama untuk perbaikan penganggaran dan pelaksanaan belanja daerah.
- Transformasi perencanaan dan penganggaran berbasis hasil.
- Peningkatan efektivitas belanja pada sektor produktif.
- Percepatan pembangunan sumber daya manusia.
- Penguatan ekonomi inklusif melalui pertanian, perikanan, koperasi, dan UMKM.
- Reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan dan sistem monitoring yang transparan.
Keputusan dan implikasi
Meskipun memberi catatan kritis, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan menerima dan menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah. Fraksi berharap rekomendasi itu diimplementasikan demi peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan warga Jawa Timur.
Implikasinya, menurut fraksi, adalah perubahan orientasi dari pencapaian administratif menuju hasil pembangunan yang dapat dirasakan langsung masyarakat di bidang pendidikan, pekerjaan, dan pengentasan kemiskinan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
KONI Trenggalek Dorong Kompetisi Sepak Bola Usia Dini Rutin
KONI Trenggalek mendorong kompetisi sepak bola usia dini rutin lewat Turnamen Piala Kemerdekaan untuk melahi...
Kota Batu Didesak Percepat Digitalisasi Pembayaran untuk Tutup Kebocoran PAD
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendesak percepat digitalisasi pembayaran QRIS dan non-tunai untuk menu...
DPRD Surabaya Tekankan Anggaran untuk Banjir dan Ekonomi
DPRD Surabaya prioritaskan penanganan banjir dan penguatan ekonomi kerakyatan saat bahas PAK 2026 dan APBD 2...
PDI-P Trenggalek Perkuat Penjaringan Ranting, Tekankan Regenerasi dan Kuota Perempuan
DPC PDI Perjuangan Trenggalek konsolidasi menjelang penjaringan ranting, tekankan seleksi demokratis, regene...
DPRD Jatim: Keberhasilan APBD Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
DPRD Jatim: keberhasilan APBD diukur dari manfaat nyata bagi masyarakat, bukan semata pendapatan atau opini...
Bupati Kediri Minta Siswa SMPN 2 Ngasem Tolak Bullying
Bupati Kediri mengingatkan 128 siswa SMPN 2 Ngasem agar tidak melakukan bullying sejak hari pertama MPLS dem...