Kota Batu Didesak Percepat Digitalisasi Pembayaran untuk Tutup Kebocoran PAD
Batu — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendesak Pemerintah Kota Batu mempercepat penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS, transfer, dan kartu elektronik yang terintegrasi real-time. Desakan itu muncul setelah rapat paripurna persetujuan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 pada Senin, 13 Juli 2026, sebagai upaya menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperbaiki akuntabilitas keuangan daerah.
Tekanan untuk digitalisasi pembayaran
Fraksi PDI Perjuangan menilai capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) harus diikuti perbaikan pengelolaan penerimaan. Anggota fraksi, Punjul Santoso, menyebut dominasi mekanisme manual membuka celah kebocoran di sektor ritel bawah.
Fraksi PDI Perjuangan melihat belum ada solusi konkret dari eksekutif untuk mendata potensi PAD secara akurat. Akibatnya, target tidak pernah terpenuhi karena kebocoran terus terjadi di sektor retail bawah.
Menurut Punjul, penerapan pembayaran digital menyeluruh akan memperkecil ruang manipulasi dan mempercepat pencatatan penerimaan secara real-time.
Kinerja PAD 2025: target belum tercapai
Berdasarkan realisasi APBD 2025, total pendapatan daerah mencapai Rp1,092 triliun atau 99,20 persen dari target. Namun, realisasi itu lebih banyak ditopang penerimaan transfer dari pusat, sedangkan target PAD belum terpenuhi.
Dari target PAD sebesar Rp327,98 miliar, realisasinya hanya Rp302,95 miliar, sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp25 miliar. Fraksi menilai kekurangan ini merupakan indikasi kebocoran dan lemahnya pendataan potensi pajak serta retribusi daerah.
SiLPA besar dan implikasinya
Fraksi juga menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2025 yang mencapai Rp126,22 miliar. Angka ini dinilai mencerminkan belum optimalnya realisasi belanja, khususnya belanja modal dan pembangunan infrastruktur.
SiLPA yang besar ini menunjukkan realisasi belanja modal dan infrastruktur belum optimal. Masyarakat dirugikan apabila pembangunan terus tertunda. Karena itu, kami meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat daerah terkait.
Permintaan evaluasi dan langkah berikutnya
Fraksi PDI Perjuangan mendesak eksekutif segera menyiapkan roadmap digitalisasi pembayaran yang mencakup sosialisasi, integrasi sistem, dan pengawasan real-time. Mereka juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap potensi PAD di sektor ritel bawah dan perbaikan proses pencatatan penerimaan.
Data keuangan ringkas
| Keterangan | Target / Realisasi |
|---|---|
| Total pendapatan daerah (realisasi) | Rp1,092 triliun (99,20% dari target) |
| Target PAD | Rp327,98 miliar |
| Realisasi PAD | Rp302,95 miliar |
| Kekurangan PAD | ~Rp25 miliar |
| SiLPA 2025 | Rp126,22 miliar |
Desakan ini menegaskan kebutuhan percepatan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah sebagai langkah konkret menutup kebocoran PAD dan mempercepat realisasi pembangunan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Dewanti Dorong Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang
Dewanti Rumpoko minta reboisasi hutan gundul jadi prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor melanda tujuh k...
DPRD Jatim Dorong Perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, Kediri
DPRD Jatim mendorong perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, dan Kediri; realisasi terganjal biaya sekitar...
Majapahit Digital Didorong Jadi Platform Pengaduan Publik Terpadu
Saifudin Zuhri mendesak Majapahit Digital dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan w...
PDI-P Dorong Majadigi Jadi Platform Pengaduan Terpadu
Saifudin Zuhri minta Majadigi dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan warga di Jati...
Harvard Kurniawan Dorong Optimalisasi Lapangan Olahraga Melalui Mabol
Harvard Kurniawan mendorong Pemkot Malang perbaiki lapangan kelurahan dan gelar mabol rutin di Stadion Gajay...
Buleks Minta Pengawasan RHU Surabaya Perketat Keamanan
Anggota DPRD Budi Leksono minta pengawasan RHU Surabaya diperkuat dengan SOP, tenaga kesehatan, dan layanan...