DPRD Jatim: Keberhasilan APBD Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
SURABAYA — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pengelolaan APBD harus diukur dari manfaat nyata bagi masyarakat, bukan semata pendapatan daerah atau opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Senin (13/7/2026).
Inti pernyataan DPRD
Deni menyatakan capaian pendapatan yang melampaui target patut diapresiasi. Namun ia menekankan bahwa kualitas belanja daerah lebih penting. APBD harus menyasar program yang efektif dan tepat sasaran sehingga kesejahteraan meningkat.
"Capaian pendapatan daerah yang melampaui target tentu patut diapresiasi. Namun, yang lebih penting adalah memastikan APBD benar-benar berkualitas, yakni anggaran yang terserap secara efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,"
Rekomendasi DPRD untuk P-APBD 2026
DPRD Jawa Timur telah menyampaikan rekomendasi lewat Badan Anggaran. Rekomendasi ini dimaksudkan sebagai bahan evaluasi Pemprov dalam menyusun Perubahan APBD (P-APBD) 2026.
- Memfokuskan belanja daerah pada peningkatan layanan publik.
- Mempercepat pembangunan infrastruktur yang prioritas.
- Menegaskan program pengentasan kemiskinan yang berdampak langsung.
- Mengevaluasi kinerja OPD dan optimalisasi aset daerah.
- Meningkatkan kinerja BUMD dan pemanfaatan SiLPA secara produktif.
Pengukuran hasil dan akuntabilitas
Deni menekankan setiap program yang dibiayai APBD harus memiliki indikator kinerja terukur. Dengan indikator jelas, setiap rupiah anggaran dapat dievaluasi kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat.
"APBD tidak boleh hanya dinilai dari besarnya pendapatan atau opini WTP. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana anggaran mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Langkah lanjutan dan harapan DPRD
DPRD mendorong agar rekomendasi tersebut menjadi pijakan dalam penyusunan P-APBD 2026. Fokusnya pada tata kelola keuangan yang lebih akuntabel, efisien, dan berorientasi hasil.
Deni berharap evaluasi bersama terhadap laporan pertanggungjawaban APBD menjadi momentum perbaikan, bukan sekadar kewajiban administratif. Tujuannya adalah percepatan pemerataan pembangunan yang dapat dirasakan oleh masyarakat Jawa Timur.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...