Pemkab Malang Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Bambu
Bupati Malang HM Sanusi menegaskan komitmennya mengembangkan ekonomi hijau berbasis bambu melalui penguatan perhutanan sosial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.
MALANG — Bupati Malang HM Sanusi menyatakan Pemerintah Kabupaten Malang akan mengembangkan ekonomi hijau berbasis bambu melalui penguatan perhutanan sosial dan hilirisasi produk bambu. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan dalam Rembug Perhutanan Sosial di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, pada Minggu lalu.
Potensi bambu sebagai sumber ekonomi
Sanusi menilai Kabupaten Malang memiliki sumber daya bambu yang besar dan berpotensi diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Pengolahan bambu dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar kawasan hutan dan memperluas mata pencaharian lokal.
Menurutnya, pengembangan komoditas itu diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.
“Pengembangan ekonomi hijau ini tak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tapi juga menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan,” tegas Sanusi, dikutip Selasa (14/7/2026).
Penguatan kelembagaan perhutanan sosial
Pemerintah Kabupaten Malang berencana memperkuat kelembagaan kelompok perhutanan sosial melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan lintas sektor. Langkah ini ditujukan agar kelompok lebih mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan.
Sanusi menekankan pentingnya pembinaan teknis dan akses terhadap fasilitas hilirisasi sehingga produk bambu dapat bernilai jual lebih tinggi di pasar lokal maupun regional.
Peran perempuan dan aspirasi masyarakat
Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menyoroti peran strategis perempuan dalam mengembangkan industri hasil hutan bukan kayu, termasuk produk berbasis bambu. Keterlibatan perempuan dinilai penting untuk membuat ekonomi hijau lebih inklusif.
Dalam dialog bersama pemerintah pusat dan daerah, kelompok perhutanan sosial menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain:
- Kebutuhan pendampingan teknis dan pelatihan
- Akses pembiayaan untuk usaha hilir
- Pengembangan industri hilir produk berbasis bambu
Prospek dan langkah ke depan
Sanusi optimistis sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan akan menjadikan bambu sebagai penggerak ekonomi baru yang berkelanjutan. Fokus kebijakan akan diarahkan pada hilirisasi, pemberdayaan kelompok, dan pembangunan jejaring pasar.
Dengan langkah terencana, diharapkan pengembangan bambu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan di Kabupaten Malang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Blitar Gelar Musyawarah Ranting Serentak 14-20 Juli
DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar Musyawarah Ranting serentak 14-20 Juli 2026 untuk regenerasi kader...
DPRD Jember: Lengkapi Administrasi Kependudukan untuk Akses Layanan
Ketua Komisi B DPRD Jember mengingatkan warga untuk melengkapi KTP dan KK agar dapat mengakses layanan publi...
Pelantikan Pejabat Sumenep: 25 Orang Dilantik untuk Penyegaran
Pemkab Sumenep melantik 25 pejabat administrator di Pendopo Agung Keraton pada 13 Juli 2026 untuk penyegaran...
KONI Trenggalek Dorong Kompetisi Sepak Bola Usia Dini Rutin
KONI Trenggalek mendorong kompetisi sepak bola usia dini rutin lewat Turnamen Piala Kemerdekaan untuk melahi...
Kota Batu Didesak Percepat Digitalisasi Pembayaran untuk Tutup Kebocoran PAD
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendesak percepat digitalisasi pembayaran QRIS dan non-tunai untuk menu...
DPRD Surabaya Tekankan Anggaran untuk Banjir dan Ekonomi
DPRD Surabaya prioritaskan penanganan banjir dan penguatan ekonomi kerakyatan saat bahas PAK 2026 dan APBD 2...