Politik

Pelantikan Pejabat Sumenep: 25 Orang Dilantik untuk Penyegaran

Bagikan:
Bupati Sumenep melantik pejabat di Pendopo Agung Keraton pada 13 Juli 2026

Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep melantik dan mengambil sumpah 25 pejabat administrator di Pendopo Agung Keraton pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran birokrasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Tujuan pelantikan dan arah kebijakan

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan pergeseran dan promosi jabatan bertujuan mempercepat pencapaian program prioritas daerah. Menurut dia, mutasi juga diharapkan menghadirkan pelayanan yang semakin profesional kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa pergeseran dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja, kompetensi, dan kebutuhan pemerintahan. Pergeseran ini bukan sekadar rotasi, melainkan upaya meningkatkan efektivitas birokrasi.

Pernyataan Bupati

"Pergeseran pejabat administrator merupakan kebutuhan organisasi yang dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja, kompetensi, serta kebutuhan pemerintahan," ujar Bupati Achmad Fauzi.

"Kami melakukan pergeseran jabatan sebagai bentuk organisasi penyegaran dalam tata kelola ASN, guna meningkatkan kinerja pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.

Fauzi meminta agar pejabat yang menempati posisi baru segera beradaptasi, bekerja profesional, menjaga integritas, dan memastikan pelayanan terbaik bagi warga.

Siapa yang dilantik

Sebanyak 25 pejabat mengalami pergeseran jabatan. Pergantian tersebut mencakup beberapa posisi penting di pemerintahan kabupaten.

  • Camat
  • Kepala Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep
  • Pejabat administrator lain di lingkungan Pemkab Sumenep

Dampak dan harapan ke depan

Pemerintah daerah menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Bupati mengingatkan kebutuhan aparatur yang memiliki loyalitas, dedikasi, kemampuan berkolaborasi, dan semangat berinovasi.

Ia juga meminta penguatan sinergi antar perangkat daerah, budaya kerja yang inovatif dan akuntabel, serta setiap kebijakan yang mengedepankan kepentingan masyarakat.

Proses pembinaan berkelanjutan

Fauzi menegaskan pelantikan bukanlah akhir dari pembinaan. Sebaliknya, ini menjadi awal tanggung jawab lebih besar dengan evaluasi kinerja berkala untuk memastikan target pembangunan daerah tercapai.

Ia menambahkan, "Kami mohon seluruh pejabat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat."

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait