Ekonomi

SDM Kompeten Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Nasional

Bagikan:
Pelatihan Industri 4.0 dan pengembangan SDM vokasi untuk sektor manufaktur

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penyiapan tenaga kerja kompeten menjadi kunci bagi pertumbuhan industri nasional. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026, seiring data industri yang masih menunjukkan ekspansi. Pemerintah mendorong SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar sektor manufaktur mampu bersaing di pasar global.

Kinerja manufaktur dan indikator ekonomi

Sektor manufaktur mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 51,75 pada April 2026, yang menandakan aktivitas berada pada level ekspansi. Di sisi lain, Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) tercatat 51,37. Data ini dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik.

Pada triwulan I 2026, industri manufaktur tumbuh sebesar 5,04 persen secara nasional. Kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 1,03 persen, menunjukkan peran strategisnya dalam perekonomian.

Penguatan SDM melalui kerja sama internasional

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) memperluas kerja sama internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Langkah ini ditujukan untuk mendukung transformasi menuju Industri 4.0.

"Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional. Salah satu kuncinya adalah menyiapkan SDM industri yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, and mampu bersaing di tingkat global,"

Agus menyampaikan harapannya agar program pengembangan SDM dapat mengisi kebutuhan talenta industri yang makin kompleks.

Program pelatihan Industri 4.0

BPSDMI menggelar pelatihan industri 4.0 bekerja sama dengan Irootech Technology. Sebanyak 250 peserta mengikuti pelatihan untuk mempelajari platform industri modern dan sistem otomatisasi produksi.

"Industri 4.0 bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan. Karena itu, penguatan kompetensi SDM harus terus dilakukan agar Indonesia mampu mencetak talenta industri yang unggul dan kompetitif,"

kata Doddy Rahadi, Kepala BPSDMI. Pelatihan berlangsung secara daring dan luring untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pembelajaran.

Direktur Pusat Pengembangan Pendidikan Industri Mekanik Tiongkok, Zheng Limei, menyatakan program ini memperdalam pertukaran vokasi antara kedua negara. Ia menilai inisiatif tersebut juga memperkuat kerja sama di bidang ekonomi digital.

"Program pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperdalam pertukaran pendidikan vokasi antara Tiongkok dan Indonesia. Setelah pembentukan aliansi kerja sama kedua negara,"

Persiapan talenta dan jalur pendidikan vokasi

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, mengharapkan program pelatihan mendukung persiapan talenta Indonesia menghadapi kompetisi kejuruan internasional.

"Kami berharap program ini dapat mendukung persiapan talenta industri Indonesia. Menghadapi ASEAN WorldSkills 2027 di Jakarta dan WorldSkills 2028,"

Saat ini Kementerian Perindustrian membuka pendaftaran peserta didik baru melalui jalur vokasi industri. Program mencakup beberapa institusi di berbagai daerah:

  • 11 politeknik
  • 9 SMK

Penguatan kompetensi melalui pelatihan dan kerja sama internasional diharapkan menjaga momentum ekspansi manufaktur. Jika upaya ini berlanjut, sektor industri berpeluang mempertahankan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi era Industri 4.0.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait