SAR KM Nurul Salsa Diperpanjang 3 Hari Usai Temukan Jenazah
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa diperpanjang selama tiga hari setelah Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah pada hari ketujuh, Selasa, 21 Juli 2026. Keputusan perpanjangan diambil setelah evaluasi bersama mengingat masih ada korban yang belum ditemukan.
Penemuan jenazah dan proses evakuasi
Jenazah ditemukan di perairan timur Pulau Sanana Besar berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar. KN SAR Pacitan bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi korban, kemudian menyerahkan ke KN SAR Kamajaya.
Saat ini terdapat dua jenazah yang berada di KN SAR Kamajaya dan akan dibawa menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Selanjutnya, kedua jenazah akan menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Alasan perpanjangan operasi
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyampaikan bahwa prosedur standar operasi SAR berlangsung maksimal tujuh hari. Namun, evaluasi lapangan dan temuan dua jenazah pada hari ketujuh menjadi dasar perpanjangan.
"Setelah dilakukan evaluasi bersama dan mempertimbangkan masih adanya korban yang belum ditemukan, serta ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh, kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan," ujar Yudhi.
Strategi dan penentuan area pencarian
Selama perpanjangan, Tim SAR Gabungan akan tetap mengerahkan unsur laut dan udara dengan penyesuaian wilayah pencarian. Penentuan area dilakukan berdasarkan analisis arus, angin, dan hasil evaluasi Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP).
Analisis tersebut membantu menyempitkan cakupan pencarian dan mengarahkan sumber daya ke zona dengan probabilitas terbesar menemukan korban.
Armada dan dukungan yang dikerahkan
Basarnas mengerahkan sejumlah kapal dan aset laut serta udara untuk mendukung operasi. Beberapa unsur yang dikerahkan antara lain:
- KN SAR Kamajaya
- KN SAR Pacitan
- KN SAR Puntadewa
- RB 202
- KRI Marlin-877
- KRI Hiu
- Pesawat Boeing 737-200 dan unsur potensi SAR lainnya
Proses identifikasi dan keselamatan personel
Basarnas menegaskan evakuasi dan identifikasi korban akan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Operasi akan dilanjutkan hingga batas waktu perpanjangan berakhir dengan prioritas keselamatan seluruh personel SAR.
Pihak terkait akan terus melakukan evaluasi kondisi lapangan untuk menentukan langkah selanjutnya selama masa perpanjangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
1.733 Narapidana Anak di LPKA, Menimipas: Harus Diberi Pembinaan
Menimipas Agus Andrianto menyebut 1.733 narapidana anak menghuni LPKA di seluruh Indonesia dan menyerukan pe...
Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Koperasi Merah Putih berkembang di Balikpapan dan Gorontalo, memberdayakan UMKM dan menarik ratusan anggota...
Prabowo dan Wapres Gibran Tiba di Istana Jelang Praspa TNI-Polri
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran tiba di Istana Merdeka, Rabu 22 Juli 2026, menjelang Upacara Prasetya Per...
Mensos Apresiasi Dukungan Kabupaten Bandung untuk Sekolah Rakyat
Mensos apresiasi dukungan Kabupaten Bandung yang siapkan lahan 7,6 ha untuk pembangunan Sekolah Rakyat guna...
Perbedaan Praspa TNI dan Pelantikan Perwira Polri di Istana
Presiden pimpin Praspa TNI dan pelantikan perwira Polri di Istana pada 22 Juli 2026; kedua prosesi berbeda p...
Prabowo Akan Lantik Ribuan Perwira Remaja TNI-Polri di Istana
Presiden Prabowo akan memimpin pelantikan calon perwira remaja TNI-Polri di Istana Merdeka, Rabu 22 Juli 202...