Ekonomi

Saham Apple hingga Tesla Bisa Dibeli Lewat Aset Tertokenisasi

Bagikan:
Ilustrasi membeli saham global melalui aset tertokenisasi berbasis blockchain

Investor Indonesia kini dapat membeli saham global seperti Apple hingga Tesla dalam bentuk aset tertokenisasi berbasis blockchain. Akses itu disediakan oleh platform kripto yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan lonjakan pengguna dan transaksi sepanjang 2026.

Pertumbuhan transaksi dan pengguna

Platform PINTU mencatat jumlah pengguna aset tertokenisasi naik 9,49 persen pada April 2026 dibanding bulan sebelumnya. Selain itu, rata-rata transaksi per pengguna melonjak hingga 87,32 persen.

Transaksi tokenized asset di PINTU terus menunjukkan pertumbuhan positif. Rata-rata transaksi per pengguna melonjak hingga 87,32 persen,

kata Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing PINTU.

Aset global yang diperdagangkan

Saat ini platform tersebut menawarkan puluhan aset tertokenisasi dari berbagai sektor. Contoh aset yang aktif diperdagangkan investor Indonesia antara lain:

  • Apple
  • Tesla
  • Palantir Technologies
  • Alibaba Group
  • ETF perak iShares Silver Trust

PINTU menyatakan telah menghadirkan 48 aset tertokenisasi yang mencakup teknologi, kecerdasan buatan, kesehatan, energi, consumer goods, hingga ETF dan obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Apa itu tokenisasi aset?

Tokenisasi aset mengubah kepemilikan aset dunia nyata menjadi token digital yang berjalan di atas blockchain. Sistem ini memungkinkan investor memperoleh eksposur ke aset global dengan transaksi yang lebih fleksibel dan transparan, serta akses 24 jam.

Skala pasar dan implikasi untuk investor

Secara global, pasar tokenisasi aset terus berkembang dan membuka peluang diversifikasi portofolio bagi investor ritel. Kapitalisasi pasar tokenisasi dunia telah mencapai miliaran dolar, menunjukkan minat yang meningkat pada instrumen ini.

Penting bagi investor untuk memahami produk dan menerapkan manajemen risiko. Sehingga, keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan finansial jangka panjang,

ujar Iskandar Mohammad.

Risiko yang perlu diperhatikan

Meskipun memberi akses ke aset global, tokenisasi membawa risiko pasar, likuiditas, dan risiko operasional terkait teknologi. Investor disarankan melakukan riset sebelum membeli aset kripto maupun tokenized asset dan menyesuaikan alokasi sesuai tujuan investasi jangka panjang.

Dengan akses yang makin mudah, tokenisasi aset berpotensi mengubah cara investor Indonesia menyusun portofolio. Namun kesadaran terhadap risiko dan edukasi tetap menjadi kunci agar manfaatnya optimal.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait