Wapres Minta Sabo Dam dan Jembatan Garoga 2 Rampung Tepat Waktu
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta pembangunan Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2 diselesaikan tepat waktu untuk memperkuat perlindungan warga dan memulihkan mobilitas pascabencana di Sumatra Utara. Instruksi disampaikan saat peninjauan lapangan di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan pada Jumat, 4 September 2026. Wapres menekankan penyelesaian harus mempertahankan kualitas serta keselamatan konstruksi.
Peninjauan dan arahan Wapres
Pada kunjungan itu, Wapres menilai kedua proyek memiliki peran berbeda namun saling terkait dalam upaya pemulihan. Sabo Dam dinilai krusial untuk mengendalikan aliran material dan mengurangi risiko bencana. Sementara Jembatan Garoga 2 penting untuk memulihkan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di koridor Sibolga-Batangtoru-Padang Sidempuan.
Pemulihan tidak boleh hanya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Namun, infrastruktur yang dibangun harus mampu memberikan perlindungan lebih baik dari risiko bencana berikutnya, kata Wapres Gibran.
Progres dan target penyelesaian
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, progres pembangunan Sabo Dam Sungai Tukka mencapai 26 persen, masih di bawah rencana awal 29 persen. Sementara paket pembangunan Jembatan Garoga 2 merupakan bagian dari koridor sepanjang 65 kilometer dengan progres fisik 44,93 persen dan target penyelesaian 31 Desember 2026.
| Proyek | Lokasi | Progres | Target |
|---|---|---|---|
| Sabo Dam Sungai Tukka | Tapanuli Tengah | 26% | Rencana awal 29% |
| Jembatan Garoga 2 | Tapanuli Selatan (koridor Sibolga–Padang Sidempuan) | 44,93% | Selesai 31 Desember 2026 |
Dampak dan tindak lanjut
Wapres menegaskan bahwa pembukaan kembali akses harus diikuti dengan langkah pencegahan lain, termasuk penanganan sungai dan struktur pelindung untuk mengurangi potensi bencana susulan. Pemerintah menargetkan pemulihan pascabencana yang tidak hanya memperbaiki kerusakan, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh.
Untuk memastikan target tercapai, Wapres meminta percepatan pekerjaan sambil menjaga standar keselamatan dan mutu. Pemerintah daerah dan pelaksana proyek diminta melaporkan perkembangan secara berkala agar penyelesaian bisa tepat waktu dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...