Nasional

DWP BNPB Perkuat Peran Perempuan Hadapi Bencana

Bagikan:
Peserta Bimtek Srikandi Tangguh Bencana mengikuti pelatihan kesiapsiagaan

DWP BNPB menggelar Bimtek Srikandi Tangguh Bencana di Jakarta pada Jumat, 4 September 2026 untuk memperkuat peran perempuan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons bencana. Kegiatan ini memberi keterampilan praktis agar perempuan dapat melindungi keluarga dan kelompok rentan saat darurat. Pelatihan menekankan langkah mitigasi, kesiapsiagaan, serta respons awal pada berbagai skenario bencana.

Bimtek Srikandi Tangguh Bencana

Program ini dirancang sebagai langkah konkret membangun kapasitas perempuan di tingkat keluarga dan komunitas. Peserta menerima materi tentang kerentanan, strategi perlindungan, dan prosedur keselamatan saat bencana. Tujuannya melahirkan perempuan yang tangguh sekaligus mampu menularkan pengetahuan kepada lingkungan sekitar.

Ketangguhan menghadapi bencana membutuhkan peran semua pihak dan dapat dimulai dari keluarga. Perempuan memiliki posisi strategis melindungi kelompok rentan

Peran Perempuan dalam Kesiapsiagaan

Ketua Umum DWP menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Penguatan kapasitas perempuan dianggap kunci untuk menanamkan budaya sadar bencana melalui keluarga. Dengan demikian, perubahan perilaku dan kebiasaan siap siaga dapat dimulai dari rumah.

Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tentang apa yang dilakukan saat bencana datang, melainkan bagaimana mempersiapkan diri sejak hari ini

Kolaborasi dan Dukungan Pemerintah

Sekretaris Utama BNPB mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara berisiko tinggi terhadap berbagai bencana. Oleh karena itu, penanganan bencana harus melibatkan BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan DWP selaras dengan upaya nasional mengurangi risiko bencana dan implementasi Sapta Program Prioritas DWP, termasuk #DWPPeduli untuk memperkuat ketahanan keluarga.

Penanganan bencana tidak dapat dilakukan BNPB sendiri. Melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan dukungan seluruh elemen masyarakat

Materi Pelatihan dan Langkah Praktis

Dalam bimtek, peserta dipaparkan alasan mengapa perempuan sering lebih rentan dalam bencana. Faktor yang dibahas meliputi kondisi fisik, konstruksi sosial, serta peran pengasuhan dan perlindungan keluarga. Peserta juga mempelajari langkah praktis menghadapi gempa dan situasi darurat lainnya.

  • Tetap tenang dan tingkatkan kewaspadaan saat gempa terjadi.
  • Lindungi kepala dan tubuh dengan benda yang tersedia.
  • Hindari berlari terburu-buru yang berisiko cedera.
  • Komunikasikan peran dan rencana evakuasi kepada anggota keluarga.

Panitia berharap peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menyebarkan pengetahuan kepada keluarga dan komunitas. Dengan demikian, upaya membangun masyarakat sadar bencana dapat berjalan berkelanjutan melalui peran aktif perempuan di lingkungan masing-masing.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait