RRI Ajak Kreator Perkuat Nilai Keindonesiaan di Ruang Digital
Radio Republik Indonesia (RRI) mengajak para kreator konten untuk memproduksi karya bermuatan nilai keindonesiaan pada peluncuran program Transformasi Kreator Indonesia di Gedung RRI, Jakarta, 14 Agustus 2026. Langkah ini ditujukan untuk memperbanyak konten positif yang mencerminkan identitas bangsa dan nilai Pancasila di kanal digital.
Peluncuran dan tujuan program
Direktor Program dan Produksi RRI, Mistam, menyampaikan program ini diinisiasi untuk mengajak seluruh anak bangsa menghasilkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memperkuat nilai kebangsaan. Acara soft launching berlangsung pada 14 Agustus 2026 di kantor pusat RRI.
"Soft launching Transformasi Kreator Indonesia ini diadakan untuk mengajak anak bangsa. Supaya konten-konten yang dibuat di seluruh Indonesia mengandung value tentang keindonesiaan,"
Harapan RRI terhadap komunitas kreator
RRI membentuk komunitas kreator sebagai wadah berkarya dan distribusi konten bermuatan nilai kebangsaan. Mistam berharap komunitas ini bisa memperbesar jangkauan konten positif dan mengubah lanskap konten digital dalam beberapa tahun ke depan.
"RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang kontennya berisi kebaikan, membuat sebuah komunitas kreator konten Indonesia. Diharapkan komunitas ini dapat memberikan kontribusi konten yang besar tentang keindonesiaan,"
Ia meyakini perubahan itu akan terlihat dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, di mana konten positif diharapkan dapat mendominasi ruang digital.
Dampak yang ditargetkan
Mistam menekankan tujuan praktis program ini: menekan konten negatif termasuk praktik bullying di dunia maya dan menumbuhkan kesadaran akan nilai Pancasila. Menurutnya, semakin banyak konten positif akan turut menggeser narasi negatif.
"Nantinya, konten positif akan memakan konten negatif, sehingga bullying dan sebagainya itu tidak ada di negeri ini. Karena negeri ini kan kaya akan value tentang keindonesiaan, sesuai dasar negara Pancasila,"
Keamanan konten dan peran kreator
Dalam kesempatan yang sama, Co-Chairman dan Founder Asosiasi Konten Kreator Seindonesia, Arif Ilham, menyoroti pentingnya aspek keamanan konten. Ia mengingatkan agar kreator memperhatikan dampak materi terhadap anak-anak dan remaja serta menerapkan budaya keamanan siber.
"Cyber security culture bisa diterapkan bagi masyarakat, jadi tidak hanya hal-hal yang low culture, tapi high culture. Sehingga suatu konten dapat menjadi kontributif terhadap perbaikan di negara kita, di masyarakat,"
Ke depan
RRI berharap inisiatif ini bukan sekadar program jangka pendek, melainkan katalis perubahan budaya digital. Dengan dukungan komunitas kreator, targetnya adalah memperluas distribusi konten positif yang berlandaskan Pancasila dan menciptakan ruang digital yang lebih aman dan konstruktif.
- Mengurangi penyebaran konten negatif dan bullying
- Menguatkan identitas nasional melalui konten
- Meningkatkan kesadaran keamanan siber bagi pembuat dan pengguna konten
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: 71 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Target Selesai 2029
Presiden Prabowo umumkan lebih dari 71.744 sekolah direvitalisasi hingga 2026; pemerintah targetkan rampung...
DPR Soroti Pemangkasan Anggaran Ekonomi Kreatif
DPR minta evaluasi pemangkasan anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif agar sektor kreatif dan pelaku muda teta...
Prabowo: Laba BUMN Melonjak Setelah Pembenahan
Prabowo menyatakan pembenahan BUMN mulai membuahkan hasil: laba beberapa BUMN melonjak dan keuntungan diarah...
Sekolah Rakyat Dinilai Kunci Jaminan Akses Pendidikan
Ketua MPR Ahmad Muzani menilai Sekolah Rakyat kunci jaminan akses pendidikan dan Sekolah Unggul Garuda fokus...
Bakom Orkestrasi Ribuan Kanal, Komunikasi Publik Makin Kompleks
Bakom RI menyatakan komunikasi publik makin kompleks; mereka harus mengorkestrasi ribuan kanal agar program...
Prabowo Minta TNI-Polri Usut Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung
Presiden Prabowo meminta TNI-Polri mengusut tambang timah ilegal di Bangka Belitung dan menegaskan tidak bol...