Nasional

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Sejumlah Rumah Rusak

Bagikan:
Ilustrasi rumah rusak akibat gempa di Sumba Barat Daya pada Oktober 2026

Gempa magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya pada Minggu, 4 Oktober 2026, menyebabkan kerusakan bangunan dan mengganggu aktivitas warga. Guncangan terasa kuat saat warga bersiap beribadah, memaksa banyak orang keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kerusakan bangunan dan korban

Tim pemantau lokal melaporkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, mulai dari tembok yang roboh hingga kerusakan berat yang membuat bangunan tidak layak huni. Kerusakan tersebar di beberapa desa dan kecamatan yang dipantau setelah kejadian.

  • Kerusakan ringan: retak pada dinding dan plafon.
  • Kerusakan berat: tembok roboh dan bangunan tidak aman untuk ditinggali.
  • Kasus terparah: satu rumah dilaporkan rusak total sehingga tidak bisa dihuni lagi.

Salah satu rumah yang hancur total milik warga bernama Lukas Lari di Desa Dinjo. Menurut pemantauan di lapangan, rumah tersebut mengalami kerusakan menyeluruh.

"Contohnya di rumah Bapak Lukas Lari di Desa Dinjo. Di sini 100 persen rusak karena sudah tidak bisa dihuni," ujar salah satu warga yang memantau lokasi.

Kronologi dan dampak terhadap aktivitas warga

Gempa terjadi saat banyak warga sedang bersiap mengikuti kebaktian Minggu. Guncangan kuat membuat jamaah batal berangkat ke gereja karena lebih memilih menyelamatkan diri ke luar rumah.

"Pas saat gempa itu lagi mau siap pergi ibadah. Tapi karena situasi gempa, tidak sempat ke gereja lagi," kata seorang warga.

Selain kerusakan properti, beberapa warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material bangunan dan batu. Informasi ini diperoleh melalui komunikasi antarwarga pasca-gempa.

Tindakan yang diminta dan imbauan warga

Warga meminta penanganan cepat untuk menilai keamanan bangunan dan membantu korban yang kehilangan tempat tinggal. Mereka menekankan pentingnya tidak kembali menempati rumah yang telah rusak untuk mengantisipasi risiko bila terjadi gempa susulan.

Langkah awal yang diharapkan adalah pendataan kerusakan menyeluruh dan bantuan darurat bagi keluarga yang rumahnya tidak lagi bisa dihuni. Masyarakat setempat juga diminta tetap waspada dan saling koordinasi untuk membantu warga yang terdampak.

Konsekuensi ke depan

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pemilik bangunan di wilayah rawan gempa untuk meninjau kembali kondisi konstruksi. Penanganan cepat dan koordinasi antarwarga penting agar risiko pada kemungkinan gempa susulan dapat diminimalkan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait