Lokal

Reses DPRD Medan: Warga Dapil IV Keluhkan Drainase, Jalan, Bansos

Bagikan:
Warga Medan menyampaikan keluhan infrastruktur dan sosial saat reses DPRD Dapil IV

Medan — Warga di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kota Medan mengeluhkan masalah drainase, jalan rusak, banjir, air bersih, bantuan sosial, serta penerangan jalan umum. Keluhan disampaikan saat anggota DPRD Medan melaksanakan Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 di Kecamatan Medan Amplas, Medan Area, Medan Denai, dan Medan Kota, yang dilaporkan dalam rapat paripurna pada Senin (31/8).

Gambaran utama keluhan

Anggota DPRD dari Dapil IV, termasuk Agus Setiawan, Afif Abdillah, dan Edi Saputra, mencatat sejumlah tuntutan warga yang berulang. Permintaan itu berkisar dari perbaikan infrastruktur jalan hingga penataan parit dan penyaluran bansos yang lebih adil. Warga juga menyoroti masalah keamanan dan dampak program sosial terhadap harga kebutuhan pokok.

Permintaan perbaikan jalan dan akses

Beberapa lokasi yang menjadi sorotan warga antara lain Jalan Wahidin dan Jalan Paitan di Kelurahan Pandau Hulu II (Medan Area), serta Jalan Seksama Komplek Pemda Blok D di Kelurahan Binjai (Medan Denai). Kondisi jalan berlubang dan becek menyebabkan kecelakaan dan mengganggu aktivitas warga.

  • Pengaspalan Jalan Wahidin dan Jalan Paitan, Kelurahan Pandau Hulu II;
  • Pengaspalan Jalan Seksama Komplek Pemda Blok D, Kelurahan Binjai;
  • Pemeliharaan akses menuju SD Negeri 78 dari Jalan Jermal XI Gang Saudara;
  • Pemasangan dan perbaikan LPJU di titik gelap seperti Jalan Harimau simpang Jalan Sampali dan Jalan Wahidin.

Drainase, banjir, dan sanitasi

Warga melaporkan parit yang pendangkalan dan gorong-gorong tersumbat sampah. Kondisi ini memicu banjir berulang di sejumlah titik, antara lain Jalan Garu II (Medan Amplas) yang mengalami banjir parah dalam dua tahun terakhir.

  • Pembersihan, pelebaran, dan pengerukan parit besar di Jalan M Nawi Harahap;
  • Pembongkaran dan pembangunan kembali drainase di Jalan Perguruan Tinggi Swadaya;
  • Penanganan parit sulang-saling di Blok E Kelurahan Binjai yang sering meluap.

Bansos, air bersih, dan dampak program sosial

Permintaan verifikasi ulang penerima Program Keluarga Harapan (PKH) disampaikan warga Jalan Seksama Gang Ikhlas. Mereka menilai masih ada keluarga kurang mampu yang terlewatkan dari daftar penerima bantuan. Sementara beberapa warga mempertanyakan realisasi sambungan air bersih gratis dari PDAM Tirtanadi yang dijanjikan namun belum terealisasi.

Warga juga meminta pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar program tersebut tidak mendorong kenaikan harga bahan pangan atau menurunkan ketersediaan di pasar.

Ekonomi mikro dan keamanan

Usulan pemberian modal dan pendampingan untuk pelaku UMKM disampaikan warga Jalan Bromo Lorong Sukri. Selain itu, keluhan soal stabilitas harga kebutuhan pokok muncul dari warga Jalan Garu I Gang Kedondong. Permintaan peningkatan keamanan lingkungan, termasuk reaktivasi poskamling dan ronda malam, juga disampaikan sebagai upaya menekan tindak kriminalitas.

Tindak lanjut DPRD

Agus Setiawan menegaskan hasil reses akan dijadikan bahan masukan untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Medan. Forum reses ini akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah.

"Demikian laporan reses ini disampaikan, sebagai bahan masukan bagi dewan untuk ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Hasil dari forum ini selanjutnya akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah," ujar Agus.

Langkah konkret selanjutnya bergantung pada koordinasi antara DPRD dan perangkat daerah terkait untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait