Toba Caldera Festival 2026 Diproyeksi Dongkrak Rp5 Miliar di Samosir
Samosir, Sumut — Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, memastikan Toba Caldera Cultural Festival 2026 di Samosir akan meningkatkan perputaran uang hingga minimal Rp5 miliar selama empat hari pelaksanaan. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Medan, Rabu (2/9).
Perkiraan dampak ekonomi
Tetty merinci potensi transaksi dari jumlah peserta lebih dari 2.000 orang, ditambah kru dan keluarga yang diperkirakan mencapai 3.000 orang per hari. Dengan proyeksi itu, kegiatan ekonomi setempat diperkirakan signifikan selama acara berlangsung.
Kalau lihat harga penginapan di Samosir paling murah saja di website itu Rp300 ribu per kamar untuk dua orang. Jadi kita bayangkan target kita ini perputaran uang itu seminimal mungkin Rp5 miliar, itu minimal, karena ada UMKM 100 plus lagi penginapan, akomodasi, dan makan mereka
Kesiapan akomodasi dan fasilitas
Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan, data akomodasi diperbarui menjadi sekitar 4.000 kamar, termasuk homestay dan penginapan lain. Tetty menyebut jumlah homestay meningkat dari sekitar 100 menjadi 535 unit.
Selain penginapan, panitia menyiapkan lokasi berkemah di kawasan pantai bekerja sama dengan pengelola setempat. Dengan tambahan ini, Samosir dinyatakan mampu menampung hingga 10.000 pengunjung tanpa kewalahan.
Pelibatan UMKM dan dukungan lembaga
Gelaran festival akan melibatkan lebih dari 100 pelaku UMKM lokal yang menempati booth sepanjang acara. Keterlibatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dan Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba UNESCO.
Kebijakan tarif dan kebersihan
Meski memproyeksikan lonjakan kunjungan, pemerintah daerah meminta pelaku usaha pariwisata untuk tidak menaikkan tarif selama event. Tetty menegaskan keputusan memilih penyelenggaraan pada bulan September karena masih low season.
Ini bukan high season, kita malah memilih event ini di September karena sebenarnya low season. Event ini harus memeriahkan Samosir, maka tidak perlu menaikkan harga
Optimalisasi kebersihan juga terus dijalankan melalui gotong royong mingguan di jalan protokol. Peningkatan fasilitas transportasi danau dan darat dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.
Publikasi dan operasional media
Panitia menyiapkan dua media center yang akan beroperasi di Mariana dan Pangururan untuk mendukung publikasi dan peliputan selama event berlangsung.
Dengan kesiapan fasilitas, keterlibatan UMKM, dan kebijakan menjaga tarif, penyelenggara berharap festival ini tidak hanya memeriahkan Samosir tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Dhody Thahir Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Surat Tanah
Dhody Thahir, anggota DPRD Sumut, ditetapkan tersangka pemalsuan surat tanah terkait sengketa di Deli Serdan...
PKS Desak Bobby Nasution Segera Isi Sekda Definitif Sumut
Fraksi PKS DPRD Sumut mendesak Gubernur Bobby Nasution segera isi Sekda definitif karena dinilai krusial unt...
Pria Batubara Ditangkap Usai Pakai Uang Palsu di Pasar Simpang Limun
Pria 35 tahun dari Batubara ditangkap di Medan setelah menggunakan uang palsu senilai Rp1,6 juta saat berbel...
Sidang Perkara Narkotika di PN Medan Ditunda, Kejari Ikuti HUT Kejaksaan
Sidang tuntutan empat terdakwa kasus narkotika di PN Medan ditunda karena Kejari Belawan mengikuti peringata...
Austin Tumengkol Sowan ke PWI Pusat Jelang Konferensi PWI Sumut
Austin Tumengkol sowan ke PWI Pusat 1 Sept untuk minta restu jelang pencalonan Ketua PWI Sumut dan diskusi p...
DPRD Medan Minta Pemko Prioritaskan Pembangunan dan Tindaklanjut
DPRD Medan minta Pemko prioritaskan pembangunan dan tindaklanjuti aspirasi warga hasil reses Dapil 1, termas...